Wirawan Prasetyo

[[ me :: mi :: emi ]]

> T Akomodasi > T Culinary

Trip singkat ke Kesultanan Siak Sri Inderapura, Riau




Hari terakhir musim libur lebaran tahun ini kami menyempatkan diri berkunjung ke Siak Sri Inderapura, Riau. Siak sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit dan turunannya. Dengan waktu tempuh kendaraan pribadi kurang lebih 2 jam, dari kota Pekanbaru ibukota Provinsi Riau. Dan terletak di lintas timur Sumatera.

Perjalanan dua jam ini 80% kita akan melalui perkebunan. Jadi ada baiknya kamu mempersiapkan diri sebelum memulai perjalanan. Nah, buat kamu yang parno dengan kebun2, bukit2 ada baiknya kamu berkendara sebelum malam hari.

Perjalanan menuju Siak melalui lintas timur Sumatera
Perjalanan menuju Siak melalui lintas timur Sumatera

 

Belajar sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura, 1723–1945

Siak sendiri merupakan salah satu daerah Kesultanan Siak Sri Indrapura Beberapa Raja memimpin kota ini dan sekitarnya. Sebagai bagian dari sejarah, maka objek wisata yang terkenal di kota ini adalah masa lalunya. Jadi bisa dibilang wisata sejarah. Nah tantangannya …. kalau mau menulis sejarah kadang banyak banget versi cerita yang muncul ….

Nah karena gua sendiri bisa pusing kalau kebanyakan baca versinya. Biarkan serahkan pada ahlinya atau cari aja di google ” sejarah kesultanan Siak “. Tapi tetap ada baiknya kita sendikit belajar kejayaan kota ini beberapa abad lalu.

Kesultanan ini berdiri pada akhir abad 17. Banyak versi tentang awal munculnya kesultanan ini. Raja Kecik merupakan pemimpin pertama. Dan sejarah awal kerajaan ini pun tak lepas dari sejarah Kesultanan Johor yang memang lokasinya berdekatan.




Dalam Hikayat Siak disebutkan, bahwa Raja Kecik merupakan seorang pengelana pewaris Sultan Johor yang kalah dalam perebutan kekuasaan di Kesultanan Johor dan kemudian menyingkir ke Siak. Nama aslinya adalah Sultan Abdul Jalil Syah. Di Siak inilah, Raja Kecik atau yang juga bernama Sultan Abdul Jalil Syah kemudian mendirikan sebuah kesultanan dengan nama Siak Sri Indrapura.

Seiring dengan kemerdekaan Indonesia, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan negara Republik Indonesia

Sultan Syarif Kasim II, merupakan Sultan Siak terakhir yang tidak memiliki putra. Seiring dengan kemerdekaan Indonesia, Sultan Syarif Kasim II menyatakan kerajaannya bergabung dengan negara Republik Indonesia bersamaan dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lalu pada 1 April 1994 Bandar Udara Simpang Tiga bergabung dengan Manajemen yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II dan berubah nama menjadi Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II.

Pada tahun 1997 Sultan Syarif Kasim II mendapat gelar Kehormatan Kepahlawanan sebagai seorang Pahlawan Nasional Republik Indonesia.Makam Sultan Syarif Kasim II terletak di tengah Kota Siak Sri Indrapura tepatnya di samping Mesjid Sultan yaitu Mesjid Syahabuddin.

Diawal Pemerintahan Republik Indonesia, Kabupaten Siak ini merupakan Wilayah Kewedanan Siak di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Siak. Barulah pada tahun 1999 berubah menjadi Kabupaten Siak dengan ibukotanya Siak Sri Indrapura berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999.
** diolah dari berbagai sumber **

Jadi apa yang ad disana …..

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah - SIAK
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah – SIAK

Jembatan SIAK

Kota Siak sendiri terbagi menjadi dua sisi. Nah mereka dipisahkan oleh sungat SIAK. Sungai yang memiliki lebar mungkin 100 mtr dan terhubung dari laut lepas , Selat Malaka sampai kota Pekanbaru loh. Sampai saat ini , Sungai Siak masih aktif digunakan untuk kegiatan ekonomi. Salah satunya pengiriman kendaraan menuju kota Pekanbaru. Nah sekarang, sudah ada jembatan yang menghubungkan kedua sisi ini. Nah jembatan ini pula yang “dipaksa” menjadi objek selfie dan foto …. walaupun begitu … arus lalu lintasnya sangat sepih sih

Nah pusat pemerintahan kota ini terletak di sisi yang menyebrang dari sisi Barat Sungai Siak. Beberapa bagian dari pinggiran sungai ini sudah dipercantik sehingga sangat nyaman dan aman. Kalau kamu suka foto2 ataupun makan kamu tinggal mencari spot foto dan makan yang sesuai.

 

Di Depan Istana Siak Sri Indrapura
Di Depan Istana Siak Sri Indrapura

Istana Siak Sri Indrapura

Ingat kan sejarah SIAK tadi. Saat ini pusat kesultanan SIAK dibuka untuk kunjungan umum. Lokasinya juga sangat mudah dicapai. Istama yang saat ini bangunan-nya sudah dilengkapi pendingin udara menyajikan berbagai sejarah tentang kesultanan mereka. Namun tidak lupa pula barang2 jadul yang berasal / peninggalan kesultanan mereka ini.

Istana ini menyimpan berbagai sejarah bagi perkembangan kehidupan di sektar kesultanan ini. Baik sejarah mereka dengan daerah2 sekitarnya maupun negara2 nun jauh disana. Tersimpan pula beberapa keramik yang memang diimpor khusus bagi kesultanan mereka. Di bagiandepan, tidak lupa sejarah / peran kesultanan ini di awal2 kemerdekaan Indonesia ketika mereka menyatakan mendukung kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain tempat2 yang disebut diatas, sebenarnya masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi di kota ini. Ada masjid2 dan museum yang masih berkaitan dengan sejarah kesultanan daerah ini dan sekitarnya.

 

Kulineran
Saya sendiri tidak sempat menikmati wisata kulineran di daerah ini. Saat kami tiba, kami mencari makan siang di sebuah warung pinggir jalan. Namun, yang saya liat ada dua lokasi yang sepertinya menjadi wisata kuliner.

Alun2 kota SIAK yang letaknya tepat diseberang istana. Saya melihat ada beberapa makanan khas daerah sana. Lokasi selanjutnya di sisi sungai SIAK ini. Di sepanjang jalan ini saya menemukan warung2 pinggir sungai yang tertata dengan apik. Dan juga pahan parkir yang tersedia juga cukup banyak. Jadi kita tidak parkir di pinggir jalan.

 

Akomodasi
Nah yang ini sama seperti tempat kuliner, sata ga sempat survey2. Saya melihat satu hotel sih tapi tidak terlalu besar juga. Tapi kalau saya liat di tiket.com ….. sama aja sih hasilnya ….. hahahaha ….

 

Masjid Sultan Syarif Hasyim -SIAK
Masjid Sultan Syarif Hasyim -SIAK

 

Masjid Sultan Syarif Hasyim
Penutup trip ini kami tutup dengan berkunjung ke masjid, Msjid ini letaknya tepat di ujung jembatan SIAK. Sayangnya …. akses pintu masuk melalui jalan raya ini sudah ditutup permanen baik bagi kendaraan. Jadi untuk masuk masjid ini kita melalui jalan akses yang ada di sisi jalan utama setelah turun jembatan. Susah sih neranginnya. Wong saya aja pakai insting …..

Akhirnya …

Buat saya sendiri …. kota memberi saya sebuah nuanda berbeda dengan kota Pekanbaru. Sebuah kota yang sangat menjaga sejarah mereka

 

Tips :

  1. Sebagai kota wisata, sepertinya lebih baik kamu membawa kendaraan pribadi. Karena sepertinya tidak ada transportasi umum.
  2. Jika kamu suka witasa yang berbau sejarah. Sepertinya one day trip tidak cukup untuk menikmati kota ini.
  3. Sebagai kota yang merupakan kesultanan Islam, ada baiknya kamu menyesuaikan pakaian yah
  4. Have a nice trip man teman….

 




LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anak ini katanya nih suka jalan2 sebagai bagian dari kehidupan sehari2 untuk mensyukuri dan dunia dengan mata sendiri . . . Padahal dompet kembang kempis ... hoplah ...
More in Istana Siak, Istana Siak Sri Indrapura, riau
Persiapan pernikahan bag. 2

  Masih bagian dari cerita " Wawan Titin , dua menjadi satu " , dan merupakan lanjutan dari " Persiapan pernikahan...

Close