Tiananmen dan Forbidden City, saksi bisu peradaban China ( Bagian 1 )




Setelah cerita sebelumnya tentang  sepihnya tembok China , kali ini kami akan berkunjung ke salah satu objek wisata wajib di negara ini. Letaknya tepat di pusat kota Beijing, jadi tidak terlalu rumit memikirkan transportasi apalagi jadwal perjalanan. Dan bisa datang go-show  ke Tiananmen dan Forbidden City

Tulisan ini masih kelanjutkan dari perjalanan kami selama beberapa hari di kota Xian, Beijing dan Shanghai. Semua tulisan bisa dilihat di halaman #chinamay2016 yah.

Sesuai jadwal pagi ini kami akan melanjutkan wisata kami di kota Beijing. Setelah sebelumnya menikmati udara dingin di Mutianyu Tembok China, hari ini kami akan menikmati salah satu heritage di pusat kota. Kunjungan kami bertepatan dengan masa long week end hari buruh. Jadi bisa dibayangkan ramainya suasana di sekitar sana. Kami tidak menggunakan subway karena malas turun naik ke subway-nya.

Chinamay2016 - Beijing Peoples Heroes
Chinamay2016 – Beijing Peoples Heroes

Ngebis lagi ….

Jadi kami menggunakan bus umum dan membayar menggunakan tap cash / uang elektronik, pagi ini kami akan menikmati suasana asli kota ini. Lokasi penginapan kami dengan Tiananmen dan Forbidden City tidaklah terlalu jauh. RJ Brown hanya berjarak sekitar 3 km dari Tiananmen…. tapi suasana pagi ini cukup ramai. Bus umum yang kami naiki terhadang macetnya sekitar sini. Alhasil kami pun memilih turun …. dan memilih jalan kaki saja, yah jalan paling 400mtr lah. Dan suasana-nya ditemani bangunan2 tua yang sepertinya memang dijaga kelestatiannya.




Di ujung jalan kami melewati stasion yang sudah tidak beroperasi. Saat ini dijadikan museum Kereta Beijing yang merupakan cabang dari Museum Transportasi China. Dibuka pada tahun 2008, stasion ini awalnya bernama Zhengyangmen East Railway . Pada tahun 2010, museum berganti nama menjadi Zhengyangmen Branch (正阳门馆) of the China Railway Museum [ wikipedia ].

Kami melanjutkan perjalanan menyebrang perempatan ini. Dan akhirnya berada tepat di seberang Museum Zhengyangmen Branch. Entah karena ramai atau memang selalu seperti ini, di jalan ini kami harus melewati tenda/bangunan yang berisi pemeriksaan x-ray dan badan. Tapi sepertinya semua objek vital di negara ini ada pejagaan. Eh tapi pas ke tembok china ga ada pemeriksaan loh … dan tepat di sebelah x-ray ini ada tempat penitipan barang …. Di samping tempat X-ray ini Nasional Museum Of China. Sebenarnya sih tidak tepat-tepat banget lokasinya di sebelah. Tapi kalau memang mau ke sini, setelah melalui x-ray jangan menyebrang jalan raya lagi yah. Di samping tempat X-ray ini Nasional Museum Of China. Sebenarnya sih tidak tepat-tepat banget lokasinya di sebelah. Tapi kalau memang mau ke sini, setelah melalui x-ray jangan menyebrang jalan raya lagi yah.

Museum Nasional Tiongkok 

Museum Nasional Tiongkok ini merupakan salah satu museum terbesar di dunia. Konon, pada tahun 2016 jumlah pengunjungnya mencapat 7.6 juta, sehingga menjadi salah satu museum yang paling banyak dikunjungi. Gedung Museum Nasional Tiongkok dibangun pada tahun 2003 dengan bantuan arsitek dari Jerman dan merupakan bangunan baru yang menggabungkan dua unit bangunan terpisah sebelumnya yang sudah ada sejak tahun 1959 yakni Museum Revolusi Tiongkok di sisi utara dan Museum Nasional Sejarah Tiongkok di sisi selatan. Museum Nasional Sejarah Tiongkok dibangun sejak tahun 1912 berisi artefak-artefak sejarah bangsa Tiongkok. Sedangkan Museum Revolusi Tiongkok yang mulai dibangun pada tahun 1950an dulunya berisi rekaman sejarah Revolusi Tiongkok tahun 1949. [ wikipedia ]

Chinamay2016 - Lapangan Tiananmen
Chinamay2016 – Lapangan Tiananmen

Baca juga cerita kami kedinginan di Muntianyu Tembok China

Memasuki Lapangan Tiananmen

Setelah tadi sudah ada Museum Nasional kami kembali menyeberang jalan raya melalui underground , kami melewati bangunan2 bersejarah yang besar. Berjalan lagi ke arah utara. Bangunan ini tampaknya bangunan baru nan modern, sepertinya tidak ada sejarah di bangunan ini.

Jika dua museum sebelumnya tidak ada yang menarik perhatian kami. Nah setelah menyeberang ini, ada sesuatu yang berbeda. Pada awalnya kami tidak mengetahui keramaian apa yang ada di dalam sini. Tapi tepat di luar gedung ini, deretan pagar2 besi yang membentuk antrian calon pengunjung yang panjang. Tapi sepertinya pagi ini antrian belum begitu ramai. Karena pagar-pagar yang disiapkan sudah lebih panjang dan banyak.

Ternyata bukan bangunannya yang bersejarah. Tapi isinya, di dalam bangunan ini terdapat tubuh Mao Zadong pemimping Tiongkok sekaligus pendiri Republik Rakyak China. Pada awalnya Mao meminta tubuhnya di kremasi setelah meninggal, tetapi pada akhirnya diputuskan bahwa mayatnya tidak akan dikremasi tetapi diawetkan / dibalsem.

Bangunan Mausoleum terbagi dalam tiga bagian. Bagian utara adalah ruangan masuk yang dapat menampung 600 orang sekaligus, bagian tengah merupakan aula penghormatan, tempat jenazah Mao disemayamkan, sementara gedung bagian selatan merupakan jalur ke luar mausoleum. Pada satu sisi dinding gedung bagian selatan terukir sebuah puisi dengan aksara China karya Mao Zedong. Gedung ini diresmikan pada tahun 1977, setahun setelah sang pemimpin tersebut wafat. [wikipedia ] . Jika antrian untuk masuk ini dibuatkan tenda besar di sisi kanan pintu masuk Mousleum. Nah bagian depan Mousoleum ini sudah langsung menghadap lapangan Tiananmen dan South Gate kompleks forbidden city.

Nah di tulisan berikutnya kita akan memasuk bagian dalam kompleks kekaisaran …Forbidden City … baca selengkapnya …




About

Anak ini katanya nih suka jalan2 sebagai bagian dari kehidupan sehari2 untuk mensyukuri dan dunia dengan mata sendiri . . . Padahal dompet kembang kempis ... hoplah ...

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *