The Bund – Nanjing Road Tiongkok vs Eropa Shanghai Sightseing ( bagian 2)

Pada zaman dahulu, sekira awal abad 18 ada satu kawasan di Shanghai yang dikuasai oleh pengusaha-pengusaha asal Inggris, Prancis dan juga Rusia. Di salah satu sudut kota Shanghai tersebut, berbagai kegiatan bisnis berkembang. Terletak di pinggir sungai Huangpu, berbagai kegiatan yang menggunakan sarana angkutan kapal berkempang pesat.  Mereka pun membangun berbagai bagunan tinggi ( pada masanya ) bergaya art deco. Suatu kawasan yang akhirnya memiliki bangunan multi “rasa”. Konon, daerah ini pun menjadi pusat penjualan kokain dan sejenisnya. Dan akhirnya … kemajuan ekonomi kawasan tersebut akhirnya juga terasa ke kawasan sekitarnya. Daerah ini saat ini dikenal dengan nama The Bund dan Nanjing Road. [ shanghaihighlights ]

Bangunan Art Deco di The Bund;
Bangunan Art Deco di The Bund;

The bund perpaduan budaya Eropa dan Tiongkok

Setelah siang hari kami bersantai dan menikmati arsitektur jadul kota Shanghai di yuyuan garden malam harinya kami menikmati perpaduan antara arsitektur khas eropa dan juga arsitektur modern kota ini. Salah satu tempat yang paling memikat wisatawan adalah The Bund dan kawasan Nanjing Road.

Tulisan ini masih kelanjutkan dari perjalanan kami selama beberapa hari di kota XianBeijing dan Shanghai. Semua tulisan bisa dilihat di halaman #chinamay2016 yah.

 

The Bund adalah sebagian dermaga di Sungai Huangpu, di pusat Kota Shanghai, yang sudah mengalami perbaikan beberapa tahun lalu. Dan sekarang di tempat ini selalu ramai pengunjung, baik lokal maupun turis asing. Hanya dengan jalan-jalan di The Bund, Anda bisa menikmati indahnya Sungai Huangpu beserta deretan bangunan tinggi di seberangnya. Salah satu bangunan itu adalah Oriental Pearl Tower, menara yang terkenal di seluruh dunia. Yang ini ceritanya setelah ini yah

Semakin banyak membaca berbagai tulisan di online saya menemukan sebuah “harta” ternyata The Bund ini menyimpan berbagai cerita mulai dari sejarah kelam daerah ini sampai dengan saat ini yang menjadi salah satu destinasi wisata traveller. Yang membuat daerah ini istimewa, kawasan tepian sungai Huangpu ini ditata sedemikian apik sehingga membuat nyaman para pejalan kaki. Selain itu, bangunan2 di sekitaran pun ikut ditata sehingga menampilkan pemandangan wow.

The Bund dimalam hari

Waktu yang saya rekomendasikan untuk berkunjung ke daerah ini adalah pada Malam hari. Karena pada malam hari bangunan2 di sisi kita berdiri dengan beragam arsitektur, seperti Gothic, Baroque, Romantik, Klasisisme, dan Renaissance akan disinari dengan tata cahaya kuning membuat bangunan2 art deco ini layak foto. Selain itu, bangunan2  di seberang kita ini seperti Oriental Pearl Tower yang merupakan bagian dari Shanghai modern akan disinari dengan cara berwarna warni.

Baca juga cerita kami kedinginan di Muntianyu China Great Wall 

Nanjing Road Shanghai
Nanjing Road Shanghai

Nanjing Road

Jalan penghubung menuju kawasan The Bund lokasinya berdekatan. Saat ini, Nanjing road merupakan jalan yang sudah diubah menjadi pedestrian bagi pejalan kaki. Sepanjang jalan ini, kamu akan melihat berbagai bangunan. Dari bangunan jadul sampai dengan bangunan modern. Berbagai toko bersaing mencoba peruntungan mereka di sepanjang jalan ini.  Di sekitar nanjing road ini pula, kami menemukan beberapa restoran yang mencantumkan tulisan arab arab dan halal. Bagian ini akan saya tulis sendiri yah.

Baca juga tentang ribuan patung Terracota di Xi’an yah

Warna Warni Pearl Tower dan Pudong Area dilihat dari The Bund
Warna Warni Pearl Tower dan Pudong Area dilihat dari The Bund

Tunnel ke Oriental Pearl Tower 

Sebenarnya ada tunnel yang menghubungkan daerah ini dengan daerah seberang. namanya The Bund Sightseeing Tunnel. tunnel sepanjang 600mtr ini menghubungkan sisi tge bund dengan daerah Lujiazui, tempat berdirinya Oriental Pearl Tower. Untuk menggunakan fasilitas ini kamu perlu menyiapkan dana sebanyak 60 yuan untuk pergi pulang. beneran loh tunnel. letaknya beneran di bawah sungai. Selama 4-5 perjalanan di dalam tunnel, kamu dapat menyaksikan pertunjukan multimedia dari dinding tunnel. karena kereta yang kita gunakan selama di dalam tunnel ini menghubungkan kaca transparan sehingga kita dapat melihat ke luat.

Sayangnya ….. info2 tentang tunnel ini hanya dapat saya baca doank dan masih menjadi bucet list saya. Kami belum sempat mencoba nya secara langsung

 

About

Anak ini katanya nih suka jalan2 sebagai bagian dari kehidupan sehari2 untuk mensyukuri dan dunia dengan mata sendiri . . . Padahal dompet kembang kempis ... hoplah ...

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *