Patung Tentara Terracota…menanti




hotel-smile-3

Pada tahun 2003an ada sebuah film yang ngehits di dunia perbioskopan. Bukan hanya karena diperankan oleh salah satu aktris cantik nan tomboi … Lara Croft a.k.a Angelina Joilie. Tapi juga karena cerita yang diangkap film tersebut  karena berkisah tentang ribuan patung tentang yang seolah-oleh dihidupkan kembali. Udah ingat kan, da ah kepanjangan [ wikipedia ] terracota army

Terracota Patung

Terracota Patung

Penemuan Patung Tentara Terracota

Cerita ini masih bagian dari #travelchinamay, trip 1 minggu di negara Tiongkok, berkunjung ke Xi’an, Beijing dan Shanghai. Ternyata lokasi yang menggambarkan tempat ribuan patung tersebut bukanlah khayalan belaka ala ala penulis cerita. Alkisah, beberapa puluh tahun sebelum pilem itu dibuat, sekitar 1974 memang petani lokal menemukan lokasi tersebut. Tapi hanya “kumpulan” patung yang tidak bisa bergerak a.k.a beneran patung mati. Nah dari penemuan tersebut sampai saat ini para arkeolog masih terus melakukan penelitian di daerah tersebut. Konon jumlah patung disana ada 8000an. Walau yang sudah digali belum sebanyak itu.

Terracota saat ini menjadi salah satu destinasi kunjungan wisatawan ke kota Xi’an dan sekitarnya. Sebenarnya lokasi wisata ini berada di luar kota, skitar 50 km dari kota Xian, salah satu kota yang terkenal dengan peradabannya. Konon kota Xian merupakan salah satu kota dengan peradaban tertua di dunia. Saat ini Unicef sudah memasukkan lokasi wisata, Patung tentara Terracota sebagai salah satu world heritage [ whc ].

Dari kota Xi’an kamu dapat menggunakan bus yang terdapat di Xi’an Railway Stasion. Bus biasa tarifnya lebih murah, tapi banyak berhenti. Sedangkan bus express, hanya berhenti di beberapa tempat. Bus express ini memang mengincar wisatawan menuju Hua Qing Hot Spring dan Terrracota.

Our Trip

Kami tiba di stasiun kereta sekitar jam 7 pagi, setibanya disana langsung menuju parkiran a.k.a terminal busnya. Ternyata pagi itu antrian calon penumpang bus express cukup panjang. Sedangkan antrian bus biasa dengan arah yang sama tidak ada. Dan tidak ada loket informasi dan loket tiket. Ikutin insting saja ….




Kami baru bisa naik di bus ke 3 atau 4. Busnya sih ada, tapi sepertinya mereka jalan berdasarkan jadwal. Dan benar saja …. Bus berkapasitas 50 orang ini, hanya grup kami yang WNA. Wakakakak …. Pas naik sih sempat mastiin dulu tidak salah bus. Setelah mengambil ongkos bus dari para penumpang secara manual satu persatu. Cici Kondektur bus melanjutkan aksinya bagaikan seorang guide profesional lokasi wisata bersejarah.

Assalamualaikum ncang ncing mpok babeh … Piye kabar … Kumaha damang ….

Wakakakakka …. Ngayal dalam banget. Entah bahasa apa yang dipakai si cici ini, ntah apa pula yang dibicarakan. Kami cuman tertegun dengan penjelasan si cici ini. Si cici ini juga menjual kertas, entah apa kayaknya sih map atau kayak buku panduan kali yah.


Ngebus …

Melewati jalan tol, perjalanan ditempuh sekitar 1 jam. Memasuki perkotaan, satu dua orang penumpang bus akhirnya turun. Penumpang yang sebagian anak2 kecil ini sebagian besar turun bersamaan di sebuah lokasi. **di sore hari, kami baru tahu kalau objek ini tenyata Hot Spring. Karena soreanya kami kesini juga**

Maju lagi sekitar 5-10 menit perjalanan, keluar pusat kota kemudian bus masuk ke terminal. Tidak ada tanda2 kalau ini Teracotta, tapi karena sepertinya semua penumpang turun akhirnya kami ikut2an turun juga. Turun dari sini kami mengikuti arus saja, dan tibalah di sekitar deretan ruko.

Nah di lokasi ini mulai deh guide2 menawarkan jasanya. Saya pribadi tidak tertarik, karena beberapa kali menggunakan guide yang ada malah seperti dikejar2 waktu saja. Walau mereka terus “menawarkan” jasanya, kami memutuskan tetap tidak menggunakan jasa guide.

Kemudian kami membeli tiket untuk masuk ke dalam. Mencoba mencari map di ruang informasi disamping loket tiket dapat sih walau kurang memuaskan. Ya sudah masuk saja. Setelah melewati gerbang, di sisi kanan sepertinya ada layanan shutle ke atas, tapi ga kami liat jelas. Kami jalan terus ngikutin orang2 saja. Jalanan ini seperti melewati taman, adem lah ga terlalu panas juga.

Sekitar 1 jam perjalanan …. Naik turun bukit … Kelak kelok satu dua tiga empat …. Kami nyampe di gate selanjutnya …. Bay bay lebayyy …. Tetot, ngak dink, yah paling 5-10 menit jalan mungkin 200-300 mtr doank …. Kami jalan lama karena kebanyakan potonya .  . Hahahahah

Setelah itu kita disambit disambut gerbang selanjutnya. Di gerbang ini tiket ditunjukkan lagi , di scan untuk melewati portal 3 besi seperti naik krl. Ntahlah kalau tiket hilang, masak harus kebawah lagi .. .

Setelah melewati gerbang ini kita akan langsung melihat beberapa gedung besar. Didalam gedung inilah patung2 teracota ditemukan. Lebih tepatnya sih gedung ini mirip hall besar yang melindungi patung2 teracota yang berada dibawahnya.

Jadi siapa sih teracota …

Sebenarnya saya kurang tertarik dengan bagian ini, tapi yah ga pp deh aedikit sharing yah ….. Nama resmi menurut World Heritage Convenction – UNICEF yaitu ” Mausoleum of the First Qin Emperor” [whc].

Pasukan terakota (pinyin: bīng mǎ yǒng) atau Tentara terakota adalah kumpulan koleksi dari 8.099 terakota berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli yang terletak di dekat makam dari Kaisar pertama dinasti Qin ,Qin Shi Huang. Tokoh prajurit itu ditemukan pada tahun 1974 di Lintong District, Xi`an, Provinsi Shaanxi oleh para petani lokal. Terakota dibangun tahun 210 SM–209 SM sebagai bentuk seni pemakaman dengan maksud untuk melindungi Kaisar Qin sesudah kematiannya. Pada tahun 1987 Bangunan ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.  [ Wikipedia ]

Setelain patung-patung pasukan Terracota, di dalam gedung juga ada booth yang menyediakan patung Terracota (kw) untuk dijadikan pelengkap foto kita. Dengan biaya kalau ga salah sih 10 atau 20 yuan per kepala. Kamera dari kita yah. Tapi kalau mau paket yang mau print fotonya, yah bayar lebih gans.

Di salah satu gedung, menyajikan berbagai informasi tentang Terracota seperti sejarah penemuan lokasi ini dan juga proses penelitian yang masih berlangsung sampai saat ini

Di bangunan paling belakang juga terdapat perpustakaan serta ruang pamer yang berdiri sendiri.

Terracota

Terracota

Setelah selesai berkeliling di salah satu sisa peradaban jaman dinasti Qin, Kita dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi wisata yang tidak jauh. Colloseum a.k.a makam raja …. Ikuti saja jalan keluar sampai kembali menuju loket tiket. Tapi jalurnya beda dengan jalur masuk tadi yah. Kita ada melewati deretan toko2 dan juga makanan seperti kako limanya jakarta tapi lebih rapih dan teratur.

Lanjut…

Nah setelah melewati ruko2 , kita akan nyampe lagi di dekat loket penjualan tiket. Nah di dekat situ ada deretan shutle bus yang akan mengantar ke collaseum . Bus shutle ini gratis hanya dengan menunjukkan tiket masuk Terrakota kita. Perjalanan bus menuju collaseum ( saya lupa namanya ) paling 5-10 menit aja. Tidak terlalu jauh.

Setibanya disana, ternyata untuk masuk ke dalam collaseum kita harus membeli tiket lagi. Karena kami pikir ini cuman kompleks makam , kami tidak membeli tiket. Apalagi harga tiket yang tergolong mahal. Setelah menikmati patung-patung tentara Terracota, akhirnya kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Menggunakan bus umum dari parkiran bus di samping Collaseum, kami menuju hot spring. Ingat dengan bangunan yang tadi pagi bus kami berhenti dan sebagian penumpang turun. Ternyata gedung inilah yang akan kami kunjungi setelah dari terracota.

 




3 Replies to “Patung Tentara Terracota…menanti”

  1. Berarti Xian station aja ya mas? Ga make embel embel yg north atau south..
    makasih banyak infonya mas. Boleh ya tanya2 lagi nanti kalau berkenan.

    -mas dika- haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *