One Day Trip ke Puncak Pukatan, Kelok 9 dan Lembah Harau ( part 1 of 2 )

“Besok kita ke Lembah Harau …. “, ” kalau lebaran macet ” blah blah blah … jawaban klise banget sih, tapi yah memang itu faktanya. Akhirnya setelah menikah 3 1/2 tahun kesampean juga ke objek wisata ini. Yah karena memang waktunya cuman ada pas libur lebaran. Jadi nikmati saja perjalanan ini.

 

Teringat cerita beberapa tahun lalu, perjalanan pertama saya ke Sumatera Barat sekitar taun 2009-an. Saya bersama beberapa teman kampus jalan-jalan di Kota Padang dan Bukit Tinggi. Karena teman memiliki saudara, jadinya transportasi selama disana kami disponsori sama saudara teman saya ini. Taukanlah baru kelar kuliah itu kalau dapat sponsor sesuatu banget kan. Nah …. disinilah saya feel in love dengan kota ini. Bukan karena sponsornya aja …. Dari perjalanan beberapa hari kami disana, yang saya ingat dengan kota ini ….. jalanya bagus, rata trus pemandangannya keren..

Tapi sebenarnya ada alasan lain sih kenapa saya mau kesini ….

Semenjak menikah, setiap pulang lebaran idul fitri saya selalu diajak jalan2 ke Bukit Tinggi dan sekitarnya. Namun ajakan itu selalu saja berhenti di ajakan tanpa ada realisasinya. Nah kemarin saat libur lebaran, kembali lagi bergaung topik ini. Karena munculnya saat lagi ngumpul2 sama sepupu2 yang lain. Langsung saja saya ceplosin …. “Besok kita ke Lembah Harau …. “, ” kalau lebaran macet ” blah blah blah … jawaban klise banget sih, tapi yah memang itu faktanya. Karena “konon” kota Pekanbaru ini tidak punya objek wisata yang bisa diandalkan, maka masyarakatnya banyak yang “mengungsi” ke daerah2 sekitarnya. Terutama daerah2 yang mudah dijangkau dengan transportasi darat.

Menjawab statemen klise tadi ( ga mau kalah donk ), gua balas aja … “wah kalau kayak gini, sih bakalan cuman jadi rencana aja”. Akhirnya gua bilang aja, kalau Lembah Harau macet, ya udah ke Kelok 9 aja deh. Tapi gua tetap bilang, kita tetap ke Lembah Harau, kalau memang macet banget kita langsung putar balik pulang saja. Deal …. Deal …. permirsah …. deal …… akhirnya kami memutuskan akan jalan2 one day trip a.k.a pergi pulang di hari yang sama. Sebenarnya ketiga tempat ini Bukit Tinggi -> Lembah Harau +- 50 km-an.

Kenapa One Day Trip …a.k.a Pergi Pulang …

Setelah melakukan musyawarah yang cukup panjang, ternyata waktu yang tersedia / memungkinkan untuk melakukan perjalanan ini hanya satu hari. Tidak bisa menginap …. Karena setelah melihat tanggalan …. hayyyah ….. initinya cuman satu hari T I T I K

Nah satu hari sebelum kami berangkat, sepupu menunjukkan sebuah foto yang didapat dari IG. Spot foto di sekitar waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau … Sayangnya karena keterbatasan waktu dan juga koneksi internet selama berada di kampung, saya kesulitan mencari lokasi pasti spot foto tersebut. Yap, di kampung kami agak sulit mencari sinyal internet yang stabil onlinenya.

Let’s start it …

Sesuai hasil kesepakatan musyawarah, kami berangkat dari rumah jam 7 kurang. Oia, jam 7 disini mungkin di Jakarta jam 1/2 7 …. Saya sih pinginnya berangkat lebih pagi biar bisa nge-gas mobil lebih wuzzzz …. Heheheh … Walau tidak sesuai perkiraan awal, ternyata jalan sudah lumayan ramai …. selain karena ini sudah hari ke sekian lebaran, di jalan juga banyak masyarakat/kendaraan yang kembali pulang menuju Pekanbaru. Jadi …. sekilas kami seperti melawah arah keramaian kan ….Orang pulang kami berangkat

Puncak Pukatan
Puncak Pukatan

Baca juga cerita saya main sepeda di kota Xi’an yah ,,,,, 

Waduk PLTA Koto Panjang …

Setelah perjalanan yang cukup lama, yap karena saya nyetirnya sangat santai, tibalah kami di sekitar waduk ini. Konon waduk ini menenggelamkan 10 desa untuk penampungan air. Di awal2 memasuki daerah ini, kita hanya bisa melihat sekilas waduh ini. Tidak ada tempat pemberhentian untuk ber foto2 menikmati waduk ini. Nah ga mungkin juga kan masuk ke dalam lokasi PLTA-nya.

Setelah beberapa menit, tibalah di suatu titik dimana banyak warung makan di pinggir kiri kanan jalan. Saya memutuskan berhenti di warung sekitar waduk ini … ingat kan tentang spot skitar waduk ini yang ada di IG. Saya memang penasaran, tapi kalau ga nemu yah cari yang ada aja. Akhirnya kami berhenti saja dahulu di warung makan pinggir waduk ini. Sembari menikmati kacang dan teh manis panas, sekalian menikmati view lokasi ini.

Mari mencoba keberuntungan ….

Hmmm … coba2 aja tanya ke bapak tukang parkir, siapa tau bapak itu tau. Tapi apa mau dikata, ko jawaban bapak itu kurang meyakinkan yah …. bapak itu cerita ada beberapa spot foto di sekitar waduk ini. Ada yang nanjak tinggi, trus ada yang air terjunnya. Tapi ada juga spot foto tidak jauh dari lokasi tempat kami berhenti ini.

Eng ing eng … Makin bingung donk…

Daripada bingungnya bertambah banyak, kembali menikmati hidangan yang sudah dipesan. Teh manis hangat dan kacang kulit sachetan. Selesai menikmati makanan ini, dan foto2 seadanya waktunya melanjutkan perjalanan menuju destinasi yang diinginkan. Namun apa mau dikata …. baru aja mundur keluar parkiran mobil trus ngegas ke arah Kelok 9, di kanan depan jalan sepertinya ada keramaian. Wow ….

Puncak Pukatan Koto Panjang ….

Ingat pembicaraan kami dengan bapak tukang parkir sebelum ini. Ternyata puncak yang dibilang deket itu yah ini. Memang bener sih, dari tempat kami berhenti warung makan barusan menuju tempat ini palingan 300 mtr aja. Bedanya …. warung makan tadi di sisi kiri jalan, sedangkan Puncak ini di sisi kanan jalan. Nah kalau kamu ngebut, menurut saya kamu akan ga akan menyadari spot ini karena posisinya selain di kanan, juga karena beda di belokan ke kiri. Apalagi kalau datang dari arah Kelok 9 …

Walaupun bukan spot yang sesuai dengam harapan. Yah daripada foto di warung makan tadi mendingan spot ini sih. Karena spot ini lokasinya di atas Puncak sekitar 30mtr-an dari permukaan jalan ( bukan laut ya ).

Di sini, tersedia beberapa lot parkir untuk motor dan parkir. Kemudian setiap orang yang masuk dikenakan tiket sebesar 5 ribu Rupiah. Bukit menyambut kita untuk ditapaki lumayanlah sekitar 5 menitan naik. Eits …. tapi spot utamanya masih diatas lagi loh. Dilanjutkan tangga kayu seadanya setinggi mungkin 7 mtr-an menanti kita. Setelah naik ke puncak …. barulah kita mendapatkan view yang lebih luas.

Di puncak ini ada beberapa spot foto yang disediakan. Ada ujung bukit, ayunan dan terus kayak rumah pohon. Nah yang enak, di setiap spot ini kita tidak perlu bayar lagi. Cukup sekali bayar dibawah tadi saja. Kita tinggal menikmati pemandangam sepuasnya. Sayangnya , diatas ini tidak ada tukang jualan …. hahahah

Tips sedikit 

Nah seru kan …. karena lokasi ini agak menanjak keatas, sebaiknya kostum kamu disesuaikan dengan keadaan yah. Kalau bisa pakai alas kaki yang nyaman untuk naik ke atas bukit. Trus bawa tutup kepala seperti topi atau payung biar make-up kamu ga luntur. Dan jangan memaksakan diri naik keatas kalau keadaan tidak memungkinkan seperti cuaca mendung atau gelap. Jika keadaan diatas terlalu ramai. Keep save dan Enjoy

Baca juga kelanjutan cerita kami ke Lembah harau yah ….

About

Anak ini katanya nih suka jalan2 sebagai bagian dari kehidupan sehari2 untuk mensyukuri dan dunia dengan mata sendiri . . . Padahal dompet kembang kempis ... hoplah ...

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *