MUDAHNYA MENCARI MASJID DAN MAKANAN HALAL DI BEIJING (2)




Masih kelanjutan dari cerita sebelumnya, tentang mudahnya mencari masjid dan makanan halal di kota Beijing. Sebelumnya sudah ada Niu Jie Mosque , yang letaknya sekitar 5-6 km dari Tian An Men sekarang mendekat ke arah Tiananmen. Dongsi Mosque Beijing ….. hanya berjarak 2km loh dari Tiananmen.

Tulisan ini masih kelanjutkan dari perjalanan kami selama beberapa hari di kota Xian, Beijing dan Shanghai. Semua tulisan bisa dilihat di halaman #chinamay2016 yah.

Dongsi Mosque
Dongsi Mosque

Dongsi Mosque

Masjid kedua yang kami datangi adalah masjid dongsi. Terletak sekitar 2 km dari pintu utara ( keluar ) Forbidden City. Dari Forbidden City, kami langsung menggunakan bus umum menuju perempatan Dongsi. Dari perempatan, menggunakan insting .. ga dink …. kami berjalan menuju Dongsi Mosque.

Terletak di Dongsi South Street, masjid ini ukurannya lebih kecil dari Niu Jie Mosque. Bisa dikatakan tidak ada tanda khas dari sebuah masjid. Bagian depan masjid berupa teras kecil kemudian ada papan kuningan yang menerangkan bangunan ini merupakan masjid. [ Wikipedia]  




Berbeda dengan Nu Jie Mosque yang depannya ada beberapa restoran halal dan juga ada Supermarket halal juga. Disini kami bertanya kepada jamaah yang sepertinya warga lokal. Eng ing eng…. kami diarahkan ke gang diseberang jalan. Bukan sebarang pas….tapi gang ke 2/3 gitu yah …nah setelah masuk ke sana,saya kira ada banyak rumah makan halal ….

Jangan lupa baca juga cerita kami kedinginan di Muntianyu Tembok China

Ternyata pun setelah masuk saya hanya menemukan satu rumah makan kecil. Yah karena sudah kecapean selesai dari Forbidden City, kami putuskan masuk ke rumah makan ini donk. Kami memesan makanan…. ternyata….rasanya cukup netral dimulut kami loh …

Wangfungjing Street
Wangfungjing Street

Wangfungjing Food Street

Sebenarnya kami ada itin mencari satu masjid lagi, sayangnya itin tinggal itin. Kami gagal menemukan masjid tersebut. Nah lokasi kuliner halal yang ketika malah kami temuin di Wangfungjing Food Street. Daerah ini sih sebenarnya lebih terkenal dengan makanan “ekstrimnya”.

Yap buat kita mungkin ekstrim, tapi buat mereka sepertinya itu biasa saja. Kami berkunjung memang niatnya cuman liat2 makanan ekstrim itu seperti apa …. ternyata …. ada kalajengking yang digoreng dll …. sebenarnya ada tahu seperti di Xian, tapi kami tidak mencoba.

Selesai dari situ,kami kembali saja keluar jalan menuju halte bus. Eh, di ujung tempat Wangfungjing Steet ini malah melihat papan kuning “halal”. Langsung baca baik2 , memang itu benar tulisan halal dan ada dari ….

Setelah berembuk, kami pun masuk kedalam. Eng ing eng …. warga lokalnya cuman kami …eh yang tamu cuman kami,sisanya warga lokal/ Melihat menu makan pun sepertinya tidak banyak membantu kami. Menggunakan huruf cacing …. Padahal kami masuk kan karena cacing di perut sudah beraksi.

Akhirnya….. kami cari aman saja. Makan sayuran saja. Kalau di Thailand, seperti TomYam. Entah disini namanya apa ….sekilas pun saya liat ada orang yang minum seperti bir / tuak tapi tidak ada yang mukanya mabok atau muka pucet … Interior resotaran ini seperti di film Tiongkok jadi kami serasa gimana gitu …. ngobrol pakai bahasa beda sendiri ….. hahahhaha.

Saya kesulitan mencarai map-nya. Yah kurang lebih di deket pos polisi lah. Maklum google street ga bisa masuk Tiongkok.

 

Sebenarnya nih …kalau melihat di google , di Beijing ini masih ada beberapa masjid lagi selain yang kami kunjungi. Saya mencoba google maps + search ” mosque ” , menampilkan sekitar 20-an masjid. [ google ] . Tapi ini baru masjid loh. Belum makanan halal-nya. Di sekitar penginapan saya di RJ Brown saya juga menemukan beberapa restoran memasang tulisan arab.




About

Anak ini katanya nih suka jalan2 sebagai bagian dari kehidupan sehari2 untuk mensyukuri dan dunia dengan mata sendiri . . . Padahal dompet kembang kempis ... hoplah ...

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *