jauh2 ke Xi’an City Wall buat main sepeda




Xi’an City Wall

Hal pertama yang saya ingat dari kota Xi’an ini adalah City Wall atau Dinding Kotanya. Sebenarnya sih bersaing dengan patung Terracota, namun patung ini kan lokasinya sekitar satu jam perjalanan dari kota ini. Sedangkan tembok ini letaknya benar-benar di kota Xi’an. Tembok ini terbentang di dalam Kota Xi’an sama halnya seperti Great Wall di Beijing. Keberadaan tembok ini membuat saya semakin semangat memulai petualangan di negeri ini. Jadi kenapa saya takjub ? Jadi ketika malam menjelang pergantian hari memasuki pusat kota Xi’an, kita akan melewati dinding yang akan membatasi bagian luar dan dalam dinding ini. Nah gatenya aja cukup besar …. Apalagi ketika malam itu menaiki taksi dari bandara menuju Xi’an Bell Tower Youth Hostel, menyusuri dinding Xi’an City Wall … Walau tidak terlalu tinggi tetap aja takjud. Dinding serupa sih saya liat di Jogjakarta, tapi tidak setinggi dan sepanjang ini sih.

Xian City Wall Map
Xian City Wall Map

Muslim di kota ini

Walaupun konon kota ini merupakan kota dengan jumlah muslim terbanyak di negara ini. Penduduk lokal kerap melirik kami karena terlihat asing bagi mereka. Apalagi ada diantara teman kami yang menggunakan jilbab. Namun berbeda dengan China Great Wall yang panjangnya aja ribuan meter. Wall ini hanya berbentuk kotak, entah kotak persegi maupun sama sisi sih …. Karena jaman dahulu fungsinya melindungi kota Xi’an. Ehh2 tapi sebenarnya kami ke great wall juga loh, tapi ceritanya mentusul yah ….

Konon dinding Kota Xi’an dikenal sebagai yang terbesar di dunia dan telah direstorasi oleh Pemerintah China. Dinding kota tersebut mempunyai tinggi 12 meter. Tak hanya tinggi, dinding itu memiliki ukuran yang tebal. Pada bagian bawahnya, dinding tersebut mempunyai ketebalan 18 meter sementara pada bagian atasnya ukurannya mengecil menjadi setebal 15 meter. Tak hanya tebal dan tinggi, jika kita mengelilingi dinding kota ini maka akan didapat angka sejauh 13,7 kilometer. Nah enak kan tuh …




Bagian atas dinding

Nah saat ini, bagian atas dinding perlindungan ini masih bisa kita nikmati kegagagahan arsitektur buatan tahun 500-san . 13,7 km ini masih menjadi “pemisah” dengan daerah di luar dinding kota. Nah saking lebar dan panjangnya dinding ini, masyarakat bisa menikmati dengan beragam altivitas. Kunjungan kami, Mei 2016 …. Gile sudah setahun yah masih dalam ingatan. Ketika saya tiba diatas ini, ada sekelompok warga yang menggunakan pakai lengkap rapih pakai sepatu kets dan juga pantofel sepertinya sedang lomba lari.

Bangunan dinding pertahanan ini masih bisa kita. Bisa searah jarum jam maupun berlawanan arah. Tips saya …. Coba perhitungkan arah matahari, biar enak. Selain dengan berjalan kaki sepanjang 13 km ini, kamu bisa menggunakan moda lainnya yang ada disewakan di bagian atas. Ada kendaraan golf dengan dan juga sepeda single maupun tandem ( price list ) plus dana deposit. Di awal peminjaman, kamu dapat menggunakan sepeda selama 2 Jam. Nah kalau kamu melebihi batas sewa, biaya sewa tambahan dipotong dari uang deposit tadi. Nah sisa deposit yang tidak digunakan akan langsung dikembalikan saat kamu mengembalikan sepeda.

Xi'an City Wall Gate
Xi’an City Wall Gate

Sepedaan 13 km donk ?

Yap, karena panjang bangunan ini 13 km jadi kamu bisa sepedaan selama 3 jam ini. Tapi itu kalau kamu mau yah , kalau kamu ga mau, kamu bisa mengembalikan sepeda di setiap titik penyewaan yang ada. Ada 4 sisi, utara, barat, selatan, timur. Jadi kamu bebas mau mengembalikan dimana saja. Kecuali kalau sudah sore menjelang malam, kalau tidak salah hanya beberapa tempat yang buka.

Xian City Wall bicycle rent
Xian City Wall bicycle rent

Nah kami sendiri hanya kuat dari selatan ke barat kurang lebih 300000 cm a.ka 3 km sajah. Karena sampai disana cuaca cukup cerah, jadi setiap ada spot menarik kami berhenti. Spot2 menarik yang saya dapat seperti panjangnya dinding ini, trus ada taman, pasar dan stasiun yang dapat dilihat dari atas. Oia, sepertinya pemerintah menjaga pemandangan sekitarnya jadi tidak banyak bangunan yang terlalu tinggi.

Kami masuk dari pintu Selatan Pintu ini yang paling dekat dengan subway. Karena ada jalan penghubungnya. Jika mau menggunakan sisi terdekat dengan drum tower, kalau naik subway masih harus jalan ke depan. Kalau mau naik bus umum sih malah dekat …. Kalau ga salah bus yah 😆. Di sisi utara juga ada pintu, namun jalan menuju subwaynya harus mencari lagi. Kalau pintu2 lainnya ga sempat lihat, wong kami ga mengelilingi tembok ini keseluruhan kan.

Nah kalau kamu datang menjelang sore hari, jangan lupa perhatikan jam operasional pintu2 tertentu. Karena ada pintu yang tutupnya lebih cepat. Nah kalau sudah begini, kamu harus mencari pintu lain untuk mengembalikan sepeda dan mengambil deposit kamu.

Tips diatas sana

Diatas sana ada beberapa bangunan yang bisa kamu gunakan untuk berteduh. Tapi sebaiknya kamu perhatikan jam kunjungan. Jangan datang kesiangan, selain cuaca bisa panas dan juga ramai. Datang sore sepertinya menarik karena cuaca adem tapi jam kunjungan lebih terbatas kan.

Nah kalau sedang enak2 menikmati pemandangan dari atas tembok tiba2 perut kamu butuh kasih sayang, kamu bisa mencari toilet2 yang ada diatas. Begitu juga untuk mencegah dehidrasi, beberapa vending machine disediakan di atas. Termasuk di lokasi peminjaman sepeda. Nah kalau perut lapar, nah yang ini lupa dah, ada toko ada vending machine yang ngejual makanan atau tidak.

Buat kamu yang kesana dalam keadaan galau apalagi ngejomblo, di beberapa titik ada speaker yang mendengarkan lagu2 China dengan irama yang mellow. Entah irama mellow ini permanent atau ber-ubah yah, dan ini tidak terdapat di semua titik a.k.a hanya beberapa tempat saja. Nah jangan baper dah dimari ….

Jangan salah kostum, jangan salah warna juga

Walau ini dinding, tapi di beberapa tempat ada bangunan. Ada yang sekedar bangunan sejenis gardu , ada yang cukup luas semacam hall/tempat istirahat orang. Biar foto kamu bagus, jangan sampai salah kostum. Pakaialah warna2 cerah yang semangatnya menggelegar. Selain menikmati pemandangan dari atas dinding ini, ada satu lagi acara yang bisa kamu nikmati jika mau. Pertunjukan drama diadakan setiap sore di bagian pintu ….. Sayangnya, pertunjukan yang dilengkapi translate dari loudspeaker bahasa inggris ini kudu bayar lagi.

 

 

 

Giant Wild Goose Pagoda 

Satu lagi objek wisata yang kami nikmati di kota Xian ini yah Big Wild Pagoda. Walaupun di cerita ini gua tulis di bagian akhir cerita kota Xian, sebenarnya ini objek wisata pertama yang kami liat di kota ini loh. Masalahnya ….. Karena objek pertama , ketika mengunjungi lokasi ini masih dengan mode badan jet lag … Kami baru saja tiba di penginapan di pergantian hari …. Beberapa jam lalu, karena tidak mau menyia-nyiakan waktu, pagi ini dipaksa berangkat. Alhasil, kami berangkat dengan muka ceria bangets…

Perjalanan semula menuju koloseum entah lupa namanya …. Cuman ko ditolak sama mbak kasir saat mau beli tiket subway, dan penolakan ini berulang …. Setelah melalui sidang kami memutuskanlah ke Wild Pagoda dulu. Tragedi ini akan saya cerita di cerita selanjutnya saja …

Dengan melihat contekan, kami menuju subway yang kami tujuan. Menggunakan tiket sekali pakai saja. Setibanya di subway tujuan langsung mencari pintu keluar. Setibanya di luar ini, tetpaksa bertanya kemana arahnya. Karena kami pun kekurangan informasi.

Bertanya seadanya ke warga sekitar, kami kemudian menyeberang jalan raya. Oia, sejak penerbangan kemarin sampai pagi ini kami hanya makan yang kami beli di atas pesawat. Jadi, taukan perbandingan harga vs porsi makanan diatas pesawat …. Tidak sebanding. Karera belum berani membeli makanan di daerah ini, si cacing2 pun bebas berkelana di dalam perut. Hayyah ….

Sarapan buah pun jadi

Ketemu sebuah toko buah pun hajjar aja. Menurut saya, walau tidak ada tulisan halal tapi semoga aja makanan ini halal. Karena tidak melalui pengolahan apapun …. Nah yang enaknya, ada buah yang sudah dipotong-potong juga. Kita tinggal bayar trus makan deh …. Serasa di Jakarta dah …. Hehehehehe ..

Lanjut lagi perjalanan kaki yang entah benar atau tidak arahnya dan entah pula masih berapa jauh. Tidak lama setelah itu, di sebelah kiri kami ada keramaian pengunjung yang antri. Cukup sulit mencari nama bangunan ini, tapi kalau ga salah ini Museum Sejarah Xi’an deh. Karena ga niat masuk, kami lanjut lagi donk.

Giant Wild Goose Pagoda
Giant Wild Goose Pagoda

Ternyata …….

Giant Wild Goose Pagoda yang kami tuju berada di seberang jalan yang artinya seharusnya setelah keluar subway kami tidak perlu nyebrang jalan besarnya. Dan artinya lagi …. Sekarang kami harus naik lagi ke atas JPO menyebrangi jalan raya ini …. Hadooohhhh …..

Mencari pintu masuk ….

Menurut saya …. Cukup sulit mencari pintu masuk menuju pagoda ini. Dari depan kami disambut oleh kolam air yang airnya tidak terisi terlalu penuh. Jadi kita bisa mendekati kolam …. Yah ga dalam juga sih kalau mau nyebur …. Paling 20cm doank …. Akhirnya ….. Ternyata pintu masuk menuju big wild pagoda ada di sisi yang berbeda dengan kolam air ini.

Jadi apa yang ada di dalam objek ini ….
Kembali ke bagian atas cerita ini, karena kami masih dalam keadaan jet lag jadi saya tidak bisa terlalu menikmati objek wisata ini. Yang saya ingat ada beberapa hall yang berisi lukisan2. Melihat sekilas dan layaknya lukisan pada umumnya, sepertinya lukisan ini menggambarkan sejarah negara mereka sebelum ini.

Eng ing eing

Ternyata untuk masuk ke atas Giant Wild Goose Pagoda masih harus membeli tiket lagi. Yah …. Udah bayar trus naik pula …. Apalagi ini baru mulai wisata di negara inu, keuangan harus di jaga. Nah setelah iru kami keluar aja ….. batal naik 🙂

Ingat cerita ketika saya ditolak sama petugas saat membeli tiket subway …. nih ceritanya di bagian selanjutnya yah ….




About

Anak ini katanya nih suka jalan2 sebagai bagian dari kehidupan sehari2 untuk mensyukuri dan dunia dengan mata sendiri . . . Padahal dompet kembang kempis ... hoplah ...

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *