Jangan takut ke Ullen Sentalu




Sekilas saja mencari Ullen Sentalu melalui google.com  maka bisa dipastikan bahwa foto yang ditampilkan foto2 bernuansa. …  mistis Atau kalau mau di lebay-kan bernuansa horor

Ullen Sentalu - Hasil Google Search Images
Ullen Sentalu – Hasil Google Search Images

Jangan takut ke Ullen Sentalu

Pertama kali tiba di lokasi ini,  kita akan disambut pohon2 rindang. Bisa dipastikan pohon2 tersebut sudah berumur jauh diatas kamu deh….  Wakakakakakak….  Mungkin umur pohonnya udah 150 tahunan ataupun lebih… Sotoy aja gua sih …. biar …  Kira2 dahulu siapa yang nanem bibit pohonnya yah. Udah berapa orang memanfaatkan pohon ini atau ada berapa mahkluk hidup tinggal di sekitar pohon ini…  Maksudnya mahluk hidup itu pegawai2 museum yang menjaga keamanan di sekitar sini saat malam hari…

Jangan harap kamu akan disambut dengan wellcome boy – woman, apalagi spg yang menawarkan tiket di depan sana. Bahkan parkiran mobil di lokasi ini masih sangat sederhana tidak ada istimewanya sama sekali. Saat turun dari kendaraan, saat itu suasana cukup ramai yah salah satunya karena long week end. Tidak banyak teknologi yang digunakan sebagai penunjuk arah. Bahkan untuk petunjuk arah loket. Bertanyalah pada orang2 yang berada di kerumunan tadi, ternyata loket ada di kiri mereka. Sebenarnya lagi…  Pada sikon2 tertentu,  kalau sudah melihat antrian gua lebih memilih balik kanan cari lokasi lain….

Musseum Ullen Sentalu Kaliuran Yogjakarta - Pintu Masuk
Musseum Ullen Sentalu Kaliuran Yogjakarta – Pintu Masuk

Jalan ke kiri sekitar….  Hmmmm….  13,99999 mtr akan ada seorang mbak2 yang berada di dalam jeruji. Mbak2 itulah yang memegang semua tiket….  Jadi kalau mau dapat tiket baik2-in si mbaknya yah….  Dan siapin uang 30rb untuk setiap orang yang mau masuk ke lokasi ini. Wakakakaka….. Dan setelah terjadi barter antara uang dan tiket kami, kembali berjalan 13,9999 mtr menuju keramaian yang pertama tadi….  Berharap kami segera masuk walaupun saya tau itu imposible wong disana aja udah ada sekitar 20-30 orang antri….

Ternyatah permisah…..

Setelah menunggu sekitar 10 menit tiba2 ada suara mbak2 dari tengah2 kerumunan ini…  Ternyata ada mbak2 petugasnya toh….  Wakakakak….  Dipanggillah nama2 perwakilan rombongan,  jumlah anggota rombongan dan asal mereka….  Lah dari mana mereka tau nama rombongan dll ?  Terpaksa bertanya lagi, kali ini langsung kepada si mbak2 tadi donk….  Ternyata setelah ada barter tadi di loket tiket,  kita harus menyetorkan nama kita di mbak2 ini untuk antri dipanggil….

Untuk masuk ke dalam lokasi ini, kita akan dikelompokkan dalam bentuk group. Saat kami datang kemarin, setiap group terdiri dari 20 orang entah apakah sama jika memang tidak ada antrian disana. Weleh2….  Kami menunggu 15 menit lagi agar si mbak rela memanggil nama kami….  Tapi…  Ternyatah….  selain kami, Yang tidak tau juga ada loh. Wakakakakakakak ( ketawain diri sendiri). Oia, di sbelah ini ada loker sederhana untuk menitipkan barang, yah entah aman atau tidak ya.

Oke…  Setelah 10 menit, mbak2 tadi rela memanggil nama kami. Persiapan 5 menit lagi masuk. Lalu keluarlah seorang mbak2, sebut saja dewi ( geggara ga dengar ) … Maksudnya mbak2 dari dalam… Mempersilahkan rombongan kami 20 orang melewati pintu

Yippiiieee

Musseum Ullen Sentalu Kaliuran Yogjakarta - Guide Museum
Musseum Ullen Sentalu Kaliuran Yogjakarta – Guide Museum

Sebenarnya saya tidak begitu tau apa yang ada di dalam lokasi ini. Salah satunya karena google image tadi. Yah istilahnya mundur sebelum maju sedikit pun. Tapi kali ini, karena setelah mengantar mertua yang kembali ke Pekanbaru, sedangkan kereta kami ke Bandung masih 13 jam lagi dan sudah ga ada plan mau kemana lagi, nah tiba-tiba kepikiran lokasi ini jadi lanjut aja…  Walau memang sering banget jalan tapi ga tau apa yg akan didapat di tempat yang dikunjungi

Selepas 20 orang masuk, pintu tadi ditutup kembali,  lalu si mbak sebut saja Dewi tadi memperkenalkan diri, sebagai guide kami 55 menit di dalam sini. Karena posisi saya cukup di belakang dan suara si mbak sebut saja Dewi kurang keras, saya tidak bisa mendengarnya. Kecuali larangan menggunakan kamera. Si mbak sebut saja Dewi ini mengingatkan kami dengan seorang teman juga di Jakarya, mukanyanya mirip,  sama2 tomboi dengan tinggi 150cm, rambut pendek…

Di dalam lokasi…

Kita akan mengelilingi lokasi dengan luas sekitar 1 ,2 hektar, entah gimana cara ngitungnya. Sayangnya gua tidak kepikiran buat merekam narasi yang disampaikan si mbak sebut saja Dewi tadi. Dan gua juga tidak mudah mencatat apapun didalam sana. Sebenarnya waktu kelar dari sana, mau langsung nulis…  Tapi ya namanya juga niat…  Actionnya boleh beda donk.

Menapakkan kaki di kawasan Museum Ullen Sentalu terasa balutan hawa sejuk (15-25° Celcius) dan suasana hening yang menyatu dengan alam pegunungan disekitranya yang sekaligus memberikan rasa damai serta khidmat. Area seluas 1,2 hektar yang dikembangkan secara bertahap tersebut bernama nDalem Kaswargan atau Rumah Surga, dimana Museum Ullen Sentalu berada. Jalan masuk menuju ruang pamer museum maupun artshop dan restoran  berupa kelokan, undakan, serta labirin akan memberikan nuansa nostalgia, perenungan dan keindahan. Beberapa bagian bangunan dan unsur yang melengkapinya, seperti gapura, dinding tembok, taman, kolam, mencerminkan keagungan budaya leluhur yang sudah ada sejak masa silam. Berbagai jenis unsur bangunan Jawa terlihat pada layout dan struktur bangunan bergaya Indis dan post-mo yang bersatu-padu menciptakan harmoni secara menakjubkan. Koleksi berupa lukisan dan foto foto tokoh sejarah budaya Mataram Islam, kain batik vorstenlanden, karya sastra,  arca arca kebudayaan Hindu Buddha, dan koleksi etnografi era Mataram Islam. Itu membingkai kisah sosial ekonomi politik seni sejarah dan budaya Jawa, terutama kisah para putri di kraton Mataram yang tidak banyak dikisahkan kepada masyarakat awam. [ http://ullensentalu.com/konten/10/0/tentang-kami#d=sekilas-pandang ]


Lokasi pertama yang dikunjungi adalah sebuah bangunan di bawah tanah. Jadiii…  apa sih isi dari tempat ini …. ( berdasarkan yang gua inget aja yah ). Filosofi yang disampaikan yaitu kita harus selalu merendah. Di bangunan ini ada foto2 kemudian beberapa alat kesenian yang biasanya diperdengarkan di saat2 acara tertentu. Museum Ullen Sentalu merupakan salah satu museum milik perorangan atau swasta. Sang pemilik berniat melestarikan budaya dan juga menyebarkan budaya mereka kepada khalayak umum. Pada awal pendirian museum ini, semua menggunakan dana pribadi. Namun saat ini sudah mendapatkan bantuan dari kerajaan dan kesultan. Yap,  si mbak sebut saja Dewi menyebutnya seperti itu, bukan Pemda dan Pemprov. Juga beberapa lembaga lainnya seperti PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (http://borobudurpark.com/)

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Ullen_Sentalu)


Budaya yang diperkenalkan disini adalah dari kepala sampai kaki, yang terlihat maupun tidak terlihat. Dari awal banaget sampai saat ini. Anak ratu yang belum akhir baliq maka dilarang menggunakan sandal saat berjalan. Jadi kalau dibeberapa foto anak ratu nyeker ya biasa kan. Keluarga kerajaan juga memiliki dress code saat menggunakan batik. Nah yang ini banyak banget gan,  dari corak kecil2 sampai yang besar2. Dan ada perbedaan mendasar antara corak Jogja dan Solo…  ada perbedaan corak saat dipakai pada acara tertentu. Selain itu, sebagai bangsawan mereka sangat menghargai pendidikan. Bahkan keluar nergeri

Musseum Ullen Sentalu Kaliuran Yogjakarta
Musseum Ullen Sentalu Kaliuran Yogjakarta

Do you believe….

Di salah satu ruang, berisi surat dan puisi yang ditulis oleh mereka…  beberapa ada yang bertopik percintaan dan ada yang bertopik politik. Surat2 itu ditulis menggunakan bahasa berbeda2 loh…  Jawa, belanda,  tapi ga usah repot2 belajar bahasa2 itu…  Disampingnya ada hasil terjemahannya ko

Sejarah yang ditampilkan memang cukup unik,  mereka menampilkan budaya mereka dan tetap berpegang teguh pada agama Islam. Pada batuk yang ditampilkan, walau mereka menggunakan garuda namun sebenarnya dalam agama Islam dilarang menampilkan sesuatu yang menyerupainya maka corak garuda hanya dibuat mirip…  tidak full.

Lukisan tiga dimensi
Pernah tidak melihat stiker hologram yang akan menampilkan gambar berbeda jika dilihat dari sisi yqng berbeda. Begitu juga dengan beberapa lukisan didalam sini. Beberapa lukisan dengan teknologi 3 dimensi, kalau kita liatin matanya,  mata tersebut akan mengikuti kita ealau dilihat dari sisi manapun.

Dapat minum…
Di tengah-tengah perjalanan yang…  Hayyah…  Kita akan masuk ke rumah ruangan dengan disediakan meja di tengah. Kemudian si mbak sebut saja Dewi itu mengambil minuman dari ruang di sampingnya. Setiap orang mendapatkan jatah sekali minum.  Konon minuman ini untuk stamina

Setiap raja wajib membuat tarian. Kalau ga salah minimal dua tarian baru. Dan setiap tarian baru pasti memiliki makna didalmnya serta tidak merusak budaya sebelumnya.

Didaalm mbak sebut saja Dewi juga meneranglan berbagai macam, dari sejarah Yogja kemudian munculnya kesultanan solo, pendidikan dan percintaan keluarga besar darah biru yang kalau menurut gua 4L. Loe lagi loe lagi walau kalau ga salah juga ada yg sementara keluar dulu dari sana karena menikah dengan pasangan yang bukan keturunan darah biru.

Di group kami ada dua anak yang menurut saya masih sekitar umur 8-10 tahunan. Yang gua perhatiin, mereka minimal ber-empat, bersama sang mama dan juga nenek mereka. Kedua anak ini cukup antusias mendengarkan menjelaskan guide kami. Juga improvisasi menyalurkan kesenangan mereka sebagai anak kecil. Sayangnya…  Mereka menggunakan bahasa inggris entah bisa bahasa Indonesia atau tidak. Sedangkan sang mama dan nenek tetap berbicara dalam bahasa Indonesia. Ehh… mbak sebut saja Dewi juga lancar loh bahasa inggrisnya.

Sepertinya kalau suasana sepih bukan peak, mengunjungi museum ini akan lebih menarik. Oia, di bagian akhir kami sempat melihat sepertinya ada penambahan ruangan juga yang masih dalam proses pembangunan

Di bagian akhir perrjalanan selama 55 menit, kita diperbolehkan foto di area outdoor dengan latar belakang batu2.Selain itu, mereka juga mendapatkan pinjaman alat pamer berupa batu2 di dari pengelola canti borobudur. Gua lupa penjelasan yang disampaikan, tapi intinya saat ini filosofinya i tu motal kita sudah tidak seimbang aka miring.

Wisata lainnya …. Masih ada Kaliurang dan juga Wisata Volcano, di kampungnya Almarhum Mbah Marijan ( Juru Kunci Gunung Merapi ) … tapi entar aja di tulisan selanjutnya yah …

Sedangkan tips trik berkunjung ke lokasi ini akan gua tulis sendiri ( lagi ) …


Museum: Ullen Sentalu

Alamat: Jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta
Telepon: +62 274 895161
Website: ullensentalu.com
Email: info@ullensentalu.com
Facebook: Museum Ullen Sentalu
Twitter: @ullensentalu
Sekretariat
Alamat: Jalan Plemburan No. 10, Ringroad Utara, Sleman, Yogyakarta 55581
Telepon: +62 274 880158
Fax: +62 274 881743
Djawa Bazaar & MUSE
Telepon: +62 274 895132
Kantor: +62 274 880157
Beukenhof Restaurant & Café
Telpon: +62 274 895161
Tiket Masuk Museum Ullen Sentalu :
  • PENGUNJUNG DOMESTIK
    DEWASA IDR 30,000
    ANAK (5-16) IDR 15,000
  • PENGUNJUNG MANCANEGARA
    DEWASA IDR 50,000
    ANAK (5-16) IDR 30,000
 #wawan2016

#wawan2016




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *