Event HHI terakhir di 2012 … Sukabumi …. Eh Situgunung …




 

13 orang …. 5 tim …. 3 pos …. 1 tujuan bersama . Cerita kali ini tentang hitching dengan teman2 dari hitchhiker Indonesia menuju Sukabumi lebih tepatnya Situgunung.

 

Jum’at Sore, 14 Desember 2012

Kami …

Sebenarnya badan tidak terlalu fit dan ditambah nyamannya cuaca di Depok dan Jakarta ( a.k.a hujan ) semakin malas saja untuk keluar rumah dan lebih memilih tidur2-an di rumah. Namun apa mau dikata dan mau ditolak. Ada tanggung jawab yang berbeda di perjalanan kali ini. Dan akhirnya tetap memaksakan diri mengikuti acara ini.

Dari rencana awal berangkat setelah magrib , eh telat jadi sampai isya dan telat ( lagi ) yang akhirnya baru keluar dari rumah jam ½ 9 malam cui. Jika biasanya gua melalui jalur Raya Bogor, kali ini gua memulai perjalanan melalui Margonda – Pasar Minggu – Manggarai – Arion. Untung saja semua angkutan umum masih tersedia dan akhirnya tiba di Arion sekitar jam 11 malam.

 

Jum’at Malam

Akhirnya 13 orang sudah berkumpul untuk mengikuti perjalanan kali ini. Pada awalnya setiap tim terdiri dari dua orang , namun karena banyak yang buta arah dan alasan keamanan. 3 tim terdiri dari 3 orang, dan 2 tim 2 orang , saya untuk pertama kalinya ber-partner dengan Donna. Setelah pemanasan sedikit dan mempersiapkan property untuk perjalanan, perjalanan dimulai pukul 1 dini hari di Sabtunya.




Ada sesuatu yang berbeda di hitching kali ini, peserta hanya dikasih tau tentang Sukabumi. Setiap tim akan di arahkan ke sebuah pos. Di pos tersebut akan mendapatkan perintah yang akan menjadi lampu ijo untuk lanjut k epos selanjutnya sampai selesai di Cisaat. Parahnya ,,,, gua berencana membagi tugas dengan teman gua,,, tp karena satu dan lain hal akhirnya terpaksa gua kerjain sendiri … hiks …. Oke sekian cukup tau,

Sabtu pagi buta banget ….

Keluar dari Arion, gua langsung jalan menuju Pramuka.  Ga jauh dari Arion, di perempatan ada mobil crew film yang berhenti. Setelah bernegosiasi sejenak akhirnya deal kami menumpang sampai rest area jagorawi, lumayan ga perlu nunggu di gerbang tol lagi J . Banyak cerita kami dapatkan dari perbincangan singkat saya dengan pa’ Heru dan Ari sebagai pemberi tumpangan.

Di rest area kami mendapat tumpangan dari dua co’ yang sebenarnya mau menghabiskan malam di Bogor tp malah lurus mengantar kami ke gadog. Bersama mas Ibnu dan Indra kami mendapat cerita tentang bisnis konveksi mereka. Mereka lebih memilih berbisnis dengan perusahaan.

Dan ada dapat juga cerita dari mas Ibnu dari Banten tentang petualangannya menyambangi 1000 makam di pulau Jawa dan Kalimantan. Tanpa uang , beliau selalu mendapat bantuan dari pihak2 yang mengetahui keberadaan beliau. Berbeda dengan kami yang memang meminta tebengan, beliau sangat dilarang untuk meminta kepada manusia. Namun ini ada pengecualian di beberapa hal misalnya ketika harus menyebrang antar pulau.

Tiba di pos pertama, Alfamart Gadog jam 2 pagi. Di perjalanan ini gua harus menempatkan diri sebagai contact person yang bertanggung jawab terhadap pemberian clue . Jadi setelah dari sini terpaksalah si Donna menjadi single fighter. Setelah si Donna berhasil menjawab perintah gua ( yang uniknya by sms ) dan mendapat clue selanjutnya. Kami langsung mencari tebengan selanjutnya, dan tanpa susah langsung dapat tebengan avanza.

Tidak banyak cerita di sini, karena memang jarak Gadog – Ciawi tidak terlalu jauh. Dari perempatan sini, kami langsung menuju ke arah Sukabumi. Bukan menebeng, tapi berjalan kaki sekitar 700mtr. Dan ternyata buat si Donna ini sangat jauh. – maapkan saya teman –.

Nah, ternyata miss info bisa terjadi. Pas survey gua dapat info Indomaret di pos ke 2 ini buka 24 jam … ternyata salah. Carilah akal , lumayan ketemu si akal dan dapatlah perintah ke dua untuk si Donna ( by sms lg ) … pokoke udah kaya orang marahan dah kami. Dan didapatlah clue pos selanjutanya…

Disini kesalahan fatal terjadi. Gua tidak membaca detail sms dari teman gua, walhasil ketika mereka tersasar di Ciawi ( padahal mereka harus ke Gadog terlebih dahulu ). Gara2 ini mereka terpaksa menikmati sepinya daerah Tapos menuju Gadog dan berjalan kaki pula. Tapi untung saja kejadian ini segera selesai. Dan disini pula gua pening dengan teman gua gara2 improvisasi dia yang menurut gua berlebihan – bahkan ketika sudah kumpul semua , teman2 gua juga bingung dengan improvisasi ini —

Menuju pos 3 , kami berpaksa menggunakan dua kendaraan. Pertama sampai Cibadak , kedua sambung ke Cisaat. Bersama pa’ Udo ternyata beliau baru saja pulang dari Tanggerang. Beliau biasa berpergian ke Jambi untuk menemani bosnya berburu. Beliau ternyata biasa memberi tumpangan, namun tetap waspada. Begitu juga ketika kami mau naik, beliau langsung menanyakan maksud kami dan tujuan mencari tumpagan. Beliau juga bercerita tentang mahasiswa yang sedang menumpang di rumahnya dalam rangka kuliah  dan cerita2 lainnya.

Tiba di pertigaan Cibadak, kami mencari tumpangan lagi dan dapatlah angkot Cibadak-Cisaat. Cerita unik di sini adalah “paksaan” kepada si supir membeli air mineral di 4 titik berbeda yang artinya Rp. 10rb per hari. Sayang sekali , di angkot ini tidak banyak info.

Yeee …. We ( lebih tepatnya sih She ) Made it …

Tiba di pos terakhir, Polsek Cisaat jam 6.15 pagi. Kami menunggu teman2 yang lain tiba dan tidak lupa mencari sarapan bubur. Satu persatu tim lain tiba di Cisaat, dan akhirnya jam 9 kami menyewa angkot dan melanjutkan perjalanan menuju villa di daerah Situgunung.

 

Sabtu Siang menuju Sore

Tiba di villa, kami disambut dengan keramaan ibu villa. Maklum, memang sudah janji kami akan tiba di villa jam 9 pagi. Perkenalan sejenak kemudian kami masuk ke dalam villa. Sebenarnya seperti biasanya, jadwal sekarang adalah masak bersama. Namun karena dari Jumat kemarin badan sudah tidak fit, gua ga’ mau memaksakan diri ( cari alasan biar ga’ capek ). Gua lebih memilih isitirahat saja, ya pastinya setelah setor bahan makanan yang gua bawa yah.

Kami … di SItugunung

Bangun siang hari langsung Isoma donk …. Kemudian acara bebas. Gua memilih mengobrol dengan teman2 tentang perjalanan tadi pagi. Sampai sore, kami akhirnya mencoba jalan ke danau situgunung ( Situ sebenarnya dalam bahasa SUnda artinya Danau ). Awal tahun gua menikmati Situgunung, sekarang kembali menikmati danau ini.

Kembali ke penginapan kami kembali siap2 masak lagi … dan saya tetap tidak masak donk. Kan bersih2 mandi sepuasnya – ngeles –. Setelah kelar persiapan masak2, akhirnya waktunya makan malam ala keluar besar Hitchhiker Indonesia. Bukan di meja makan, tapi di ruang keluarga. Selesai makan malam kami beristirahat sejenak sebelum ke acara selanjutnya.

Maming time …

Oke acara selanjutnya adalah sharing. DI sharing ini berbagai cerita menarik kami dengar. Mulai dari keluar Arion ada yg menuju pintu tol dan kecewa berat dengan susahnya mencari kendaraan disana dan harus mengeluarkan talent-nya. Ada cerita yang tentang bersumpek2 di dalam truk bersama pak supir dan kernetnya. Dan juga cerita tentang harus duduk di bagian belakang truk karena terbatasnya tempat saat itu.

Ada juga yang bercerita tentang petualangan mereka bersama si dewa mabuk kurang lebih 4 jam di perjalanan. Dan ternyata perjalanan ini bukan menuju daerah yang mereka inginkan namun mereka tidak mau bergeming hanya menikmati saja petualangan mereka. Dan akhirnya anggota tim yang bercerita tentang petualangan ini terpilih sebagai cerita terunik dan akhirnya mendapatkan reward yang sudah disediakan oleh Indonesia.travel. Oke … sesi sharing ini berakhir minggu pagi dan sudha waktunya menikmati kasur.

Minggu Pagi Buta ….

Sunrisenya nih …

Di saat seharunya tidur … gua ngobrol lagi sama mama2 rempong. Dan masih saja mempeributkan kejadian kemarin pagi. Hahahahah ….  Kelamaan ngobrol ternyata hamper dua jam juga , dan akhirnya pas liat jam sudah jam 5 pagi. Sholat subuh dulu dah. Saat nunggu si mama wudhu skalian jamaah , gua ngeliat sunrise di luar keren. Walhasil kelar sholat subuh kami keluar deh menikmati sunrise. Tapi gua ga bertahan lama … jam 6 masuk ke kamar … zzzzzzzzzzzzzzz

Jam 10 bangun lagi …. Badan gua kali ini benar2 lemas banget. Kelar sarapan teman2 lanjut menuju curug sawer, sedangkan gua ga kuat dan memilih tidur lagi aja deh. Beberapa kali gua sempat kebangun dan melihat jam dan teman2 belum pada pulang. Sempat kebangun juga karena ibu villa mau masukin karpet yang kami keluarkan karena mau hujan dan dibilang gua sakit dan dijawab “ engga bu “. Pas gua liat di kaca wastafel … ternyata mata gua merah abis. Hihihi …

Minggu siang

Hadiah dari Indonesia.travel …. Keren

Kembali berkumbul dengan teman2 kemudian dilanjutkan dengan packing dan checkout, tidak lupa makan siang dulu makanan td yang masih ada dilebihkan. Keluar dari villa kami foto2 dulu dengan ibu dan bapak Villa dengan ucapan terima kasih sebagai penutup. Setelah itu ada pembagian hadiah untuk kelompok pertama yang tiba di Cisaat dan tweet terbanyak, pastinya hadiah dari Indonesia.travel donk.

Nge-bakso sendiri …

Turun ke Cisaat kami kembali menyewa angkot. Tiba di bawah , kembali teman2 berbagi kelompok sesuai dengan arah pulang masing2 . Sampai akhirnya satu persatu mendapatkan tumpangan mereka masing2 … dan saya masih disana. Menumpang makan di bakso ( tentunya bayar donk ) dan menunggu bus AC ke Depok … yap dengan kondisi badan seperti ini saya memutuskan tidak ber-hitching lagi deh.

Jam 5 si bus MGI AC akhirnya muncul … let’s get home …. Target accomplish

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *