Belajar nulis (lagi) dari ahlinya …




Bowo – Maya – Barry – MC

Barry Kusuma  dikenal di kalangan pecinta jalan-jalan sebagaia fotographer yang melanglang Indonesia untuk merekam keindahan alam budaya Indonesia. – ini kata buku yang dia terbitin loh –

Di hadiri teman2 dari berbagai komunitas traveller , acara laucing buku  “” 15 destinasi wisata terbaik di Indonesia “” di isi dengan workshop travel writing dengan tiga narasumber. Ada Mba’ Maya dari majalah My Trip , Mas Bowo – yang rada gemulai – dari Travel Junkie Indonesia dan Barry — yg punya hajat –.

Acara di adakan di “ de lounge Kaskus “ – akhirnya gua ke sini gan — , ini merupakan acara bulanan kaskus yang biasanya membahas topik2 tertentu ataupun yang sedangkan hangat. Oia jangan salah gedung yah … nama gedungnya menara Palma Annex kalau dari arah Kuningan yang sebelum Ariobimo. Gedung baru loh ….  🙂

Sebenarnya gua sudah datang dari awal, tp tidak masuk ke ruang karena keasiikan ngobrol dengan teman2. Gua baru masuk ketika mba’ Maya sudah hamper selesai dengan presentasinya, jadi bisa dikatakan gua tlat. Alhasil ada beberapa hal terlewatkan. Padahal  Mba’ Maya sudah mempersiapkan presentesi dengan cukup baik dan juga ada contekan tambahan di kentas catatannya.

Sedangkan Mas bowo , tidak ada materi presentasi. Bahkan sesi dia cukup singkat. Entah itu karena dia memang blogger sejati yang santai aja …. Atau ….   Begitu juga dengan Barry , tidak mempersiapkan materi presentasi  ** atau tadi sudah pas gua masih di luar yah ** . Barry hanya menerangkan awal mula kenapa dia mau menerbitkan buku.




Oke … nah di bagian Tanya jawab , gua ga mencatat jadi yang inget2 aja. Di sesi  Mba’ Maya , Tanya jawab hanya ke persoalan majalah. Ketika sesi Bowo, Tanya jawab melenceng juga ke topic majalah dan buku. Jadilah campur aduk gan ….

 

This it’s ….

 

Blog vs majalah vs buku

Blog lebih bebas waktu dan bahasanya. Sedangkan majalah lebih oriented.  Kalau buku menyesuaikan dengan kebutuhan.

 

Bagaimana dengan gaya Bahasa :

Blog memiliki gaya bahasa penulisan yang lebih bebas. Sedangkan kalau di majalah, sudah ada gayanya masing2. Sebaiknya kita bertanya dulu dengan pihak majalah ketika akan membuat tulisan. Sedangkan buku juga bebas tp ada faktor2 lainnya seperti nilai jual buku jika panjang2.

 

Apakah enak jadi travel writer ?

Tidak selalu enak walau kita jalan2 dibayarin , kita ada tanggung jawab membuat tulisan. Jika ada yang kurang harus berpikir ulang. Apalagi kalau tulisan kita di edit dan hasil edit-an di luar dugaan kita.

 

Seberapa variatif jenis kendaraan yang digunakan

Jenis kendaraan sebenarnya bebas namun tetap menyesuaikan dengan kebutuhan. Kecuali memang jika tidak diperlukan misalnya menulis artikel dengan judul “ Driving car into the blab la bla “ … jelas banget dari judul saja sudah jelas kan alat trasnportasinya. Tp tidak salah juga kalau memperkaya informasi

 

Seberapa banyak info yg harus dicari …

Kuantitas informasi yang dibutuhkan kembali lagi melihat kebutuhan artikel kita. Jika artikel kita panjang , maka semakin banyak info yang dibuthkan. Tp tidak salah juga kalau memperkaya informasi ** copas atas **

 

Jika punya bahan banyak sebaiknya dipisah jadi beberapa tulisan atau digabung …

Ini juga menyesuaikan dengan panjang tulisan kita. Di web , sebaiknya tulisan tidak terlalu panjang karena orang malas bacanya. Kalau bisa punya sudut2 berbeda walau sudah pernah ada yang buat.

Bolehkah meng-link ke tulisan lain

Boleh saja asal ijin yah.

 

Legitimasi vs sharing

Bersama Barry Kusuma , moga ilmunya nular 🙂 AAMmiinn

Ketika kita akan menulis sesuatu yang negative , maka bedakan antara itu legitiminasi dan sharing. Seperti “ semua taksi argonya kuda “ … ini sudah masuk ke legitimasi sedangkan jika menulis “ hati2 naik taksi , gunakan taksi x x x “ atau “ saya ditipu di taksi yyy “ ini bagian sharing yang diperbolehkan.

 

Kenapa membuat dalam bahasa Inggris

Kita mau tulisan dan Negara kita dikenal oleh luar negeri. Bukan kita yang luar negeri trus mempromosikannya ,

 

Bolehkan menggabung tulisan curhat dan travel :
sebaiknya tulisan itu dipisah , karena tidak semua orang suka membaca travel kita dan sebaililkanya

 

Ketika sudah membuat catatan kecil , kita malas membuat tulisannya ( ini yang nanya bun2 )

Buatlah catatan2 kecil details mungkin. Gunakan foto2 dan video sebagai alat bantunya. Ketika menulis haruslah gembira. Ketika menulis focus dengan tulisan terlebih dahulu baru jika sudah kelar melakukan editi.

Agar menarik … usahakan mencari sudut pandang yang berbeda dengan cerita2 serupa yang sudah ada. Dan juga membuat judul yang menarik karena ini point penting banget … missal “ piknik di ketinggian 3726 “ – ini improviasi gua, si Bowo sih bilangny “ Yoga di Bromo “

 

 

Spesial quote dari barry

Kadang orang melakukan apa saja untuk mendapatkan hasil terbaik. Tapi kata dia , hormatilah adat local yang berlaku. Beliau juga bercerita tentang kameranya yang tiba2 rusak karena melanggar aturan di sana

Barry ingin membuat buku yang wah , mudah dibawa2 dan juga harga 🙂

Inilah beberapa point yang gua ingat yah 🙂




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *