A week with them : Bali – Komodo – Labuan Bajo




Bermula dari trip satu tahun lalu ke karimun jawa, sebagian dari kami memutuskan melanjutan silaturahim ini dengan trip selanjutnya. Berhubung pada waktu yang bersamaan ada promo tiket murah, maka kami membeli tiket dengan tujuan kota Bali. Namun setahun yang lalu kami memiliki itin lengkap.

Barulah beberapa bulan lalu ditentukan, trip ada menuju Labuan Bajo dengan cara 4h3m di kapal dari Lombok ke Labuan Bajo. Namun apa mau dikata, beberapa anggota team mundur sebelum keberangkatan. Ada yang sibuk ada juga yang sakit di saat2 terkahir.

Berhubung kami berangkat dengan jadwal berbeda dan kami menggunakan operator KA, maka tidak banyak cerita. Kenapa kami menggunakan operator ini karena tahun lalu teman menggunakan operator yang sama dan juga pertimbangan biaya.

Kapal yang kami gunakan ini cukup menampung 20 orang penumpang dan 10 orang  awak kapal. Dengan kapasistas seadanya jangan berharap kamu menemukan air tawar di dalam wc. Air di Wc berasal dari air laut yang diambil.

4h4d live aboard on ship ke lombok bajo




Pulau Lombok sendiri memiliki banyak objek wisata. Dengan mengikuti trip ini, kita akan berkunjung ke beberapa objek selama perjalanan. Gili Bola,  Pulau Moyo, Satonda, pantai merah, Rinca ( Loh Buaya ) dan Komodo ( Loh Liang ).

Rute yang dinaiki bisa Lombok – Bajo ataupun Bajo – Lombok. Sedangkan waktu keberangkan beda2 untuk setiap operator. Namun saran saya pribadi, sebaiknya memulai perjalanan dari Lombok karena :

  1. Pada hari pertama kita ke air terjun tawar, lumayan untuk mandi2 dan menambah persediaan air tawar.
  2. Jika memulai dari Lombok, kita akan melihat Komodo di hari terkahir. Kebalikan dengan dari Bajo, hari pertama langsung melihat komo.

Kecewa

Pada saat keberangkatan kami telat sekitar 1 atau 2 jam, kami kira karena ini memang ada alasan yang terkait dengan kami. Namun pada saat acara ini selesai, kami ketahui kami telat karena menunggu anak bos yang pulang kuliah dan mau menumpang bis kamu pulang.

Tips trik :

  1. Hitung jumlah air, standarnya setiap orang 1 botol 1,5l per orang per hari.
  2. Di Pulau Rinca Komodo lebih banyak
  3. Bawalah makanan untuk mengemil
  4. Karena menyusuri pulau Lombok, jadi tidak ada masalah dengan sinyal
  5. Namun sebisa mungkin membawa power bank sendiri

Oke … ini ceritanya

Hari pertama untuk pertama kalinya gua nyampe ke Bali. Karena sudah ada teman yang tiba dahulu, kami bertemu di bandara. Setelah itu kami menggunakan elf yang sduah kami pesan sebelumnya. Kami mengunjungi GWK dan

GWK …

Lokasi ini merupakan lahan pribadi, dengan tiket masuk 30rb. Mau tau selengkapnya .. http://gwk-culturalpark.com/about/ .

Bagian paling nyaman dari tempat ini ada hijau. Banyak pohon di tempat ini,

Pantai Dream Land

Ternyata dream disini benar2 tinggal ‘dream’. Konon semenjak dibangunnya kafe di daerah sini, suasana dream land langsung berubah. Sama seperti ketika kami berkunjung ke daerah ini, buat gua kecewa adalah kata yang sangat cocok. Sama sekali tidak ada yang istimewa. Dapat info, ada jalur bukit menuju pantai ini tapi gua ga sempat nyoba.

Dapat info ada pantai lain yang letaknya setelah uluwatu, tapi karena memang keterbatasan waktu kami tidak sempat mencobanya.

Oke singkat cerita, malam hari kami langsung ke pelabuhan Padang Bai dengan elf yang sama. Setibanya disini , kapal sudah ada yang mau brangkat. Pilihan ada dua …. berangkat sekarang atau nanti. Kami memutuskan berangkat saat ini juga. Lebih baik kami berisitirahat di Pelabuhan Lembar, Mataram.

Perjalanan di kapal kami isi dengan istirahat, walau ac sangat dingin apalagi penumpang tidak penuh jadilah dinginnya makin coollll. Tiba di Pelabuhan Lembar, Mataram, kami mencari warung terdekat. Setelah mengisi perut kami menggunakan warung ini untuk beristirahat menunggu bus yang akan menjemput kami ke kantor operator.

Padang Bai Vs Lembar

Menunggu di Padang Bai sebenarnya lebih nyaman, ruang tunggu penumpang terbuka 24 jam. Lebih banyak calon penumpang yang menunggu disini. Tapi sayangnya , warung lebih sedikit walau ada pedagang kaki limanya. Sedangkan di Lembar, ruang tunggu penumpang ditutup tapi warung2 lebih banyak yang buka.  Sedangkan fasilitas WC dan musholla, di Lembar masih cukup bagus.

Kami memutuskan langsung naik agar setibanya di Lembar kami bisa lebih tenang. Jadi di Bali kami tidak perlu memikirkan ombak lagi. Tips lain, jika memang waktu elu lebih banyak ada baiknya kamu menanyakan kapal yang bagus jam berapa melaut.

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya bus operator tiba dengan selamat kemudian menjemput kami. Sebenarnya operator tidak melayani penjemputan, tetapi karena kami berombongan yagh jadinya pintar2 speak kamilah,

Setiba di kantor, kami menunggu peserta lainnya. Sampai pada akhirnya kami berangkat dab tiba di pelabuhan jam 3 sore. Dengan penuh kecewa, hari ini hanya diisi dengan perjalanan kapal tanpa ada tujuan objek wisata.

Malam pertama kami isi dengan bermalam.

Hari kedua kami bermain ke ari terjun di pulau Moyo. Air terjunya tawar, jadi kalau pingin bersih2 puas banget. Setelah dari sini kami lanjut menuju pulau Satonda. Julukan pulau ini adalah Lady Island. Konon dahulu Lady Diana bulan madu di pulau ini. Namun disini kami hanya melihat danau hijau yang kalau dilihat sekilas agak mistis.

Setelah dari danau kami bersnorkel di pantai. Damn …. arus cukup kencang, cukup menguras tenaga. Dan ternyata, ini bukanlah spot snorkel tetapi spot diving. Hiks …

Satonda …

Menurut penelusuran web, satonda sangat indah. Namun terkadang karena ketidak ketahuan kita, tidak banyak yang kita dapat. Cerita teman, mereka bahkan diantar sampai dekat dengan lokasi villa. Mungkin ini yang harus diketahui sebelum berangkat.

Setelah dari satonda …. perjalanan 16 jam kapal dimulai. Dan disaat malam hari kami tidak bisa menyalakan lampu karena penerangan di deck depan tempat kami berkumpul akan menggangu penglihatan kapten kapan yang ada di belakang deck kumpul.

Hari ketiga kami menuju gili Laba, bukit di sini sangat indah dah ketika kita berada di puncak bukit kita dapat melihat laut di segala arah …  setelah dari sini kami menuju pantai pink. Sebenarnya merah sih, karena memang ada butir2 pasir yang berwarna merah.

Pulau Rinca ( Loh Buaya )

Di pulau ini kita dapat akan diberikan pilihan medan trakking, short medium long. Semuanya tergantung kemampuan kita saja. Disini komodo lebih agresif jadi dianjurkan agar kita selalui dalam group

Pulau Komodo ( Loh Liang )

Disinilah kantor nasional komodo, komodo disini sebenarnya lebih sedikit. Namun jika kita dapat disaat yang tepat misalnya pada waktu mereka mencari makanan yaitu pagi hari kita dapat melihat gerombolan komodo lebih banyak

Pulau kelor …. tidak ada yang istimewa.

Selesailah perjalanan kami di kapal …

Labuan Bajo …

Labuan bajo sebuah kota di ujung barat pulau flores. Disini kotanya tidak terlalu ramai. Namun kotanya cukup kering dan panas, yagh ciri khas kota2 pinggir pelabuhan. Ada beberapa pilihan penginapan di daerah ini. Jika ingin akses mudah ke warung2 sekitar maka cari penginapan di sekitar pelabuhan. Jika mau mendapatkan view yang indah ke laut silahkan cari penginapan yang ada di daerah lebih keatas.

Sedangkan urusan makan, banyak warung2 disini. Warung ataupun restoran menawarkan menu dengan harga yang relative murah.

Sedangkan objek wisata di kota tidak ada. Jadi obejk wisatanya yang jelajah pulau atau objek lainnya yang harus keluar kota. Untuk jelajah pulau, banyak travel yang menawarkan jasanya di sekitar penginapan. Pastikan juga fasilitas apa saja yang didapatkan selama menggunakan jasa jelajah pulau.

Opsi yang bisa dipertimbangkan adalah pulau2 yang dituju, makan siang, peminjaman alat snorkel ataupun diving dan pelampung.

Pulau selayar …

Pulau ini dapat ditempuh dengan kapal kecil yang sudah disewa. Di pulau ini ada sebuah bukit yang diatasnya kita dapat melihat hamper 360 derajat laut yang ada disekitar kita.

Pulau bidadari

Ini merupakan pulau private, jadi disini kami hanya dapat bersnorkeling dan tidak boleh masuk ke dalamnya.

Oke … inilah akhir dari petualangan kita. Untuk kembali menuju Jakarta, ada beberapa pilahan : menggunakan jalur udara pesawat dengan waktu tempuh sampai Bali kurang lebih 1 jam, atau menggunakan bus menuju bali dengan waktu tempuh 30 jam ataupun menggunakan kapal laut.

Oke sekian aja gun …




One Reply to “A week with them : Bali – Komodo – Labuan Bajo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *