84.800, 72.080, 48.000,38.000 dan 35.000




Assalamualaikum ….

http://www.urbanesia.com

Okeh, apakah angka2 diatas … begini ceritanya, kemarin gua baru saja ke Blok M Square dan melihat deretan toko ex-kwitang di lantai basement.   Okeh, ex-kwitang itu sebagian besar memang buku, dan disitu juga gua melihat sebuah buku yang sedang gua cari. Tanpa menyebut judul yagh.

Singkat cerita, gua langsung tanya saja “Berapa mas ..” “Harganya 48 ribu, buat mas 38 ribu”. Karena buku di plastikin, jadi gua liat sekilas saja dan langsung deal aja, lalu gua berikan uang 50 ribu. Ditanya balik “ada lima ribu” “ada” n gua berikan 5 ribu. Dan gua di kasih buku dalam kantong merah dan uang kembalian 20ribu. Alhasil gua dapat buku tersebut dengan harga 35ribu.

Karena penasaran dengan harga yang murah, gua cari info dengan bantuan om gugle. Setelah itu gua ada beberapa pendapat kenapa bisa mahal :

  1. Bisa mahal karena memang benar-benar mahal.
  2. Bisa mahal karena  toko buku yang paling terkenal di Indonesia dengan termasuk group percetakannya ( cm ada satu nih di Indonesia ). Harga yang masuk di toko buku sudah naik 40-60% dari harga produksi. Persentase sebesar itu konon untuk distribusi, promosi, biaya diskon dan keuntungan toko.
  3. Bisa mahal juga karena si penjual buku sudah memperhitungkan harga (kerugian) karena bajakan yang akhirnya berakibat pada harga akhir.

Dan ada beberapa alasan juga kenapa buku bisa murah :




  1. Bisa murah memang aslinya sudah murah
  2. Bisa murah karena koneksi langsung ke percetakan  ( jadi dapat harga pabrik ).
  3. Bisa murah juga karena bajakan. Bajakan dalam arti, mencetak tanpa sepengetahuan si penulis, jadi tidak ada biaya hak paten ke penulis dan bebas pajak.

 

Mari kita analisa secara harga :

  1. ( 100% ) Rp. 84.800 : Harga di toko buku yang satu group dengan penerbit dan percetakan .
  2. ( 85% ) Rp. 72.080  : ini harga di beberapa situ bualan buku online ( diskon 15% ).
  3. ( 56% ) Rp. 48.000 : stempel harga di bagian buku yang gua beli
  4. ( 44% ) Rp. 38.000 : harga buka si penjual
  5. Rp. 35.000 : harga yang gua dapat karena tidak ada uang 3 ribu ( bukan menawar ).

 

Analisa buku yang gua beli :

  1. Kualitas cetakan sangat rapih, bahkan 99% sama persis dengan yang dijual di toko buku.
  2. Kualitas kertas juga sama. ( Gua sudah sempat membaca yg di toko buku ).
  3. Gua beli kemarin ( 30 Juli 2011 ). Di buku ditulis cetakan ke-14 : April 2011.

 

Jadi (mungkin) kenapa buku yang gua dapat bisa murah :

  1. Jika karena koneksi ke penerbit mungkin saja. Karena gua juga dapat info dulu teman gua yang kerja di group yang sama dengan perbit dan percetakan. Setiap karyawan mendapat potongan 30% jika pesan di percetakan dan bebas ongkir loh. Ini beli satuan, gimana mereka yang beli banyak yagh kayak di blok m square.
  2. Barang bajakan, mungkin aja tapi bukankah untuk menerbitkan buku yang bisa dibilang 99% sama dengan yang bukan bajakan si pembajak memerlukan ilmu misal blue print cetakan. Apalagi melihat track record masa’ iya penerbit sebesar itu kecolongan ataupun kongkalingkong karyawannya.
  3. Si penjual lagi banyak rejeki jadi gua dapet harga murah ….

 

Sebagai penutup ….

Semoga tulisan singkat ini bisa jadi ilmu bagi kita semua, Amin.

 

Wassalamualaikum Wr. Wb.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *