[2 dari 3] Masih di Dataran Tinggi Dieng




3 rd

Target pagi ini adalah melihata matahari menampakkan cahayanya.

Dari rencana keluar setelah subuh, namun akhirnya kami baru bisa keluar jam ½ 6. Yagh emang sih, masih setelah subuh juga …. hahahah

Kami mengguakan mobil menuju tkp, kurang lebih 15 menit. Tiba di letaran parkir, tidak banyak kendaraan disana. Berarti di puncak sana tidak banyak wisatawan yang berkunjung. Dari pelataran parkir kita akan trekking menuju puncak … perjalanan 200mtr pertama jalur sangat ramah pengunjung sudah ada ada diberi batu tp juga tetap harus hati2.

Perjuagan selanjutnya adalah 500mtr menanjak menaiki bukit. Hahahah …. jalan selebar 70cm, dengan batuan di beberapa lokasi saja trus dengan sudut kemiringan mungkin 50 derajat naik jadi perjuangan nih keatas.




Setelah perjuangan keatas sekitar 15 menit tibalah kita di puncak. Beberapa pengunjung sudah ada diatas. Ada juga seorang pedagang menjual minuman hangat sederhana di atas sana. Di puncak , awan putih menemani kami menikmati munculnya matahari ….

Jadilah matahari tidak terlihat sempurna …

Setelah awan meninggalkan kami …. tersajilah sebuah pemandangan yang menakjukan. Tepat di depan kami ada gunung (kl ga salah) Sindoro ,,,,, di bawahnya terlihat bangunan2 kotaDdieng. Di sebelah kanan juga ada pemandangan gunung (kl ga salah juga) Sumbing.

 

Ada sesuatu yang unik …

Dari atas kami dapat mendegar suara loudspeaker (toa) yang saling bersahutan. Mau tau apa yang kami dengar …. mereka ternyata di hari tersebut sedang belajar membaca. Jika pada umumnya saat weekend kita di pagi hari kita berolah raga mereka belajar membaca.

Kami juga ditawari menuju puncak lainnya yang tidak jauh dari puncak ini. Puncak disana juga bisa dimanfaatkan sebagai camping area. Kebayang ga sih, puncak camping di puncak …. dinginnya minta ampun tapi pagi hari kita disambut dengan sinar matahari …. new check list ….

Setelah menikmati keindahan dari puncak ini kami melanjutkan ke tujuan selanjutnya …. kawah warna.  Kami tidak langsung ke kawahnya, namun ke bukit di samping kawah dolo. Sebenarnya ini masih kebun juga sih. Dari atas bukit ini kami melihat kebesaran ciptaan Allah … kawah warna .

Menurut guide kami, bukit ini dolonya sebuah kebun yang dikelola oleh PT Dieng Jaya …namun sejak 1998, kejatuhan era Orde Baru juga berakibat fatal bagi mereka. Kini bukit itu hanya menjadi lahan kosong tidak menghasilkan.

Turun dari bukit, kami mencoba mie onglok di depan pintu masuk kawah. Guide kami sudah memberi tahu kalau rasanya kurang, tapi karena memang kami butuh tenaga akhirnya apa  mau dikata kami tetap menikmatinya ….

Selesai beristirahat menikmati mie ongklok, kami melanjutakan masuk ke dalam kawah. Kawah ini berwarna karena memang ada kandugan belerang di sana. Di dalam sana juga ada bebrapa goa, yang konon sering dimanfaatkan untuk mencari wangsit …

Dahulu sang penguasa negara, dengan menyamar sebagai petani mendatangi salah satu goa untuk mencari wangsit agar berkuasa. Ada juga artis mendatangi goa lainnya untuk mencari aura artisnya. Sedangkan gua datang untuk berfoto ria …. Wawan was here 🙂

Oia,,, goanya itu masih masuk kedalam loh, kurang lebih 10 km … canda, cuman 10 mtr ko’. Kalau memang percaya dan mau mencari wangsit harus meminta izin ke juru kunci.

 

 

Menuju Dieng Plateau Theather

Kemudian kami menuju dieng plateu.. karena beberapa alasan, kami tidakjadi nonton di dalam. jadinya disana hana enikmati kentang goreng khas dieng. ga tau karena lapar atau memang rasanya yang berbeda. Gentangnya sangat lembut padahal potongannya cukup lebar.

Selanjutnya …. kami kembali menuju penginapan

 

Gud Bye Dieng …

Packing untuk persiapan pulang. Setelah makan siang dan sholat kami say gud bay ke penginapan ….

Dengan bus kami naik ke wonosari. Dalam perjalanan ….. kami ditemani kabut yang Alhamdulillah, sesuatu banget dah….

 

Menuju ongklok ..

ada cerita lucu, tiba di kota kami turun lalu jalan ke belakang …. setelah itu bertanya ke pedagang sekitar situ Ternyata, penjual ongklok yang kami cari itu 10mtr di depan tempat kami turun dari bus. J

Taukah , untuk 6 mie ongklok + 3 jus jeruk + 3 the manis + 15 gorengan tempe khas wonosari kami hanya membayar sekitar 60rb-an

Setelah itu kami melanjutakan menuju angkot menggunakan terminal bus wonosari. Suasana di terminal ini tidak terlalu ramai, bahkan calo2 tetap menawarkan jasanya tanpa paksaan sama sekali.

 

4th     day

Kami tiba di Pasar Minggu sekitar jam 4 pagi, dan kemudian menuju lebak bulus ….

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *