Terbang menuju Kuala Lumpur




Cerita sebelumnya : Membuat Paspor di Imigrasi Depok


Kamis – 021210

Hari ini gua memutuskan mengambil cuti sampai hari Rabu minggu depan karena gua pingin benar2 menikmati cuti yang masih banyak ini dan juga belum packing pakaian. Dan seharian jadi penganguran … nikmat tenan …..

Jam 22.30 sampai di meeting point rumah teman, telat ½ jam dari janji awal gua. Dari sini kami sempat menelpon Xtrans Semanggi ( Kartika Chandra ) ternyata trip ke Bandung jam 11.45 sudah penuh. Namun dengan harapan positif kami tetap mencobanya, dan ternyata disana waiting list pun sudah banyak.

Sebaiknya melakukan booking terlebih dahulu biar tidak mendapatkan masalah yang sama dengan kami.




Dengan beberapa pertimbangan dan ketidakpastian, kami langsung menuju Jalan Baru Pasar Rebo. Sebenarnya sih agak ragu, tapi nekat saja. Kami tiba disana sekitar jam 00 lebih dikit. Ada bus arah Bandung kami langsung naik. Gua sudah tau kebiasaan bus yang tawaf ( masuk lagi ke dalam terminal ) jika belum penuh. Dan benar saja, bus tawaf 1 kali. Dan ini bikin gua ga tenang + tidak ada pilihan lain.

Jumat – 031210

Akhirnya bus masuk tol jam 2 pagi, dan kami kehilangan waktu 1 jam lebih karena ngetem. Setelah hampir 3 jam perjalanan, kami tiba di perempatan Tol Koja Bandung. Sempat bertanya angkutan ke Bandara. Akhirnya kami naik taksi dan tertipu dengan si supir. FYi : Jarak perempatan Tol Koja ke bandara hanya sekitar +- 15 menit, kalau naik taksi argo +- Rp. 20.000,- nah kami …. ada deh. J

Bandara ini terletak di kompleks TNI AU Bandung dan kata temen sepertinya baru di renovasi.TIba di bandara menungu teman lalu kami lalu check-in. Kemudian kami menunggu sebentar untuk imigrasi yang belum buka, maklum tempat sholat harus melewati imigrasi dulu. Setelah lewat imigrasi menuju waiting room kami sholat dolo.

Oia, untuk yang belum fotokopi NPWP dan Paspor, di loket bebas fiskal ada layanan fotokopi biaya Rp. 1.000,-. katanya ini lebih murah dibanding bandara lain yang mencapai 10x lipat. Dari cerita di internet, kalaupun lupa bawa kartunya, kita bis juga menyebutkan no NPWP ( missal dari catatan di hp kita ). Ah … tapi lagi … 2011 udah bebas ko’

Sekitar jam 6 kami take off. Dan tiba di sana sekitar jam 9 waktu setempat. Karena sudah waktunya sarapan, kami mencari makan dulu. Pilihan jatuh pada junkfood local “MB”. Ternyata kami terkena jebakan batman. Isitlah kami ketika gambar dan makanan yang yang disajikan tidak sama / diluar perkiraan terutama dalam hal ukuran.

Sekilas Malaysia / Kuala Lumpur

–          mata uang : Ringgit Malaysia. RM 1 =  +- Rp. 3.000,- .

–          Standar waktu : GMT+8 ( WITA ) dan waktu solat lebih lama 1 jam dibanding Jakarta.

–          Listrik : Colokan tiga tapi tegangan mirip di Indonesia,

–          Transportasi kota : transportasi disini sudah cukup bagus dan teratur ( rapidkl.com )

–          Makanan : makanan halal mudah didapat namun banyak berselera India punya

–          ATM : Kartu Atm bersama ( Indonesia ) bisa di gunakan di ATM MayBank ( Malaysia ) dan kartu ATM BSM ( Indonesia ) di ATM Bank Islam ( Malaysia ) tentunya dengan biaya tambahan. Jadi kalau mau ambil sekalian banyak aja.

Sekilas LCCT

Low Cost Carrier Terminal (LCCT) Kuala Lumpur Internatioanal Airport (KLIA) adalah sebuah terminal sederhana untuk penerbangan murah. Jangan berharap ada sesuatu yang isitmewa, terminal ini dibangun khusus untuk menghemat biaya kita. Tidak ada yang namanya belalai gajah ( Gardarata ), ketika turun dari pesawat menuju terminal disini kita jalan di aspal.

Skybus (skybus.com.my)

Skybus
Skybus

Skybus adalah bus ber-trayek LCCT <-> KL Sentral dan LCCT <-> Genting yang dijalankan oleh Air Asia. Pemesanan tiket dapat melalui pemesanan online ketika membeli tiket AA ke dan dari LCCT dengan harga lebih murah RM 1-2 dari pada beli diatas bus. Ketika di bus diminta tiket, kita tinggal menunjukan itenary AA kita untuk ditukar dengan tiket pre-sold. Tiket terdiri dari dua bagian dan jangan sampai rusak / hilang. Karena saat turun akan di periksa. Rm 6, +- 45 menit.

Di LCCT bus ada di pintu pojok paling kiri pintu keluar sedangkan di KL Sentral ada di lantai bawah ( LG ).

KL Sentral ( KLS )

KL Sentral sebenarnya stasiun beberapa moda transportasi di KL. Ada Start, LRT, Monorail ( harus menyeberang ), KTM dan KLIA Express. Dari sini kita dapat mencapai berbagai tempat. Disini juga ada tempat penitipan barang dan ruang mandi.

Penitipan barang di KL Sentral ( KLC )

Loker koin berbayar ada di bawah escalator dari lantai 1 menuju lantai 2 dengan ukuran paling kecil tas 10 ltr sampai dengan yang 60 ltr ( RM 20 x 2 ). Waktu jam 4 -> 10 pm. Kalau lebih dari jam 10 bayar + RM 5. Sedangkan jika naik ke atas kemudian belok kanan ( depan informasi KTM ) juga ada locker yang dijaga orang barang bayar juga sih

Seputar Genting Highland ( rwgenting.com)

Genting adalah salah satu arena hiburan yang berada di ketinggian 1000 mtr. Bagi sebagian orang si ini tidak terlalu dingin ( termasuk gua ) namun tetap disarankan membawa jaket. Di sini ada arena sejenis dufannya Ancol dan pusat kasino Malaysia …. yap benar kasino. Sebuah tempat yang sangat dilarang di Indonesia.

Tempat permainannya ada yang outour theme dan indoor theme. Harganya terpisah, dan kalau cuaca tidak mendukung makan outdoor theme akan ditutup. Kalau mau santai2 ada juga faskfud mekdi yg punya area khususnya yang lumayan luas + free wifi.

Usefull link :

–          rapidkl.com.my : informasi transportasi di Malaysia

–          aerobus.my : Bus express non-stop LCCT <-> KL Sentral dan LCCT <-> Genting Highland

–          malaysiabudgethotel.com

Dari LCCT kami naik skybus, kami sudah melakukan pemesanan melalui jadi di atas bus tinggal tunjukan print out itenary booking. Tiba di KL sentral kami mencari money changer dan penjual perdana GSM.

Karena bus go genting sudah habis, kami memutuskan menggunakan alternative lain. Menggunakan monorail yang berada di seberang gedung ini. Karena belum ada jembatan / tunnel, kita harus lewat luar. Monorail KLS ke titiwangsa ( +- 40 menit, RM 2.50). Dari Situ menuju terminal Titiwangsa yang berada di seberang stasiun.  Bus ke genting ada sampai jam 11 malam. (+- 1 jam, RM 6.60 ). Bus ini bukan express, jadi berbenti juga di beberapa halte. Oia, bus ini benar2 sampai di atas jadi tidak perlu naik kereta gantung lagi.

Di genting kami hanya liat2 saja dan santai2 menikmati free wifi dan tidak lupa foto2 yagh. Setelah puas kami memutukan turun dengan moda berbeda. Kami mencoba cable car terlebih dahulu. dari cable car dilanjutkan dengan bus menuju KLS. Dan dilanjutkan menuju “ penginapan “ …. out of record ya.

Cerita selanjutnya : Sightseeing di Kuala Lumpur dan Georgetown , Penang




4 Replies to “Terbang menuju Kuala Lumpur”

    1. kalau yg locker ga ada foto.

      Kalau yg dijaga, bentuknya penitipan barang tapi kita dikasih kertas bukti titip barang. Harga lupa, tergantung ukuran deh. Kalau ga salah Rm3 untuk tas kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *