Nekat ke Hatyai, Thailand dan perjalanan pulang ke Jakarta




Cerita sebelumnya : Sightseeing di Kuala Lumpur dan Georgetown , Penang

Penang ( Geoorgetown ) ke Hatyai

Menurut info, dari komtar ada transportasi ke Hatyai. Tapi kami tidak mencoba pilihan ini.

Penang( Butterworth ) ke Hat Yai

Terminal feri dan bus Butterworth saling terhubung degan jembatan. Dari sini menuju HY ada layanan bus, namun hanya sampai jam 4 sore. Jika sudah lewat, ada vaan dengan kapasitas 10 org ( +- 4 jam, RM 32 )  yang siap “ membantu “ anda. Jam berangkatnya juga ga jauh2 banget ko’.




Thailand

–          Mata uang : Bath. Bath 1 =  +- Rp. 300,- .

–          Standar waktu : GMT+7 ( WIB ) dan waktu solat sama dengan Jakarta.

–          Listrik : Colokan dua pipih jadi siap2 mencari adaptor lagi

–          Transportasi kota : ada taksi beberapa sisanya sepertin omprengan, no recommended untuk yang alergi.

–          Makanan halal susah didapat .

Untuk masuk Thailand, orang Indonesia bebas Visa.


Kemarin kami menggunakan vaan karena katanya bus sudah tidak ada, padahal waktu belum menunjukan jam 4 sore. Setelah naik vaan, kami duduk tenang di jalan. Sekitar +- 2 jam perjalanan, vaan berhenti di sebuah duty free. Disini paspor diminta.

Setelah isitirahat 15 – 20 menit, paspor dikembalikan + bonus kartu imigrasi Thailand yang diisi dengan di print. Kita tinggal mengisi data2 lainnya dan tidak lupa tanda tangan. Behubung kami tidak tahu mau menginap di mana, kami copy paste saja alamat yang ada dari buku. Huahahah

Setelah berjalan +- 30 menit, vaan tiba di Imigrasi Malaysia, disini kami turun dengan membawa paspor untuk di cap imigrasi keluar Malaysia. Setelah itu naik lagi ke vaan yang sudah menunggu di depan.

Ketika akan naik, si supir meminta 1 rm. Konon katanya ini akan diserahkan sebagai suap ke imigrasi Thailand. Tapi ga tau dah beneran dikasih …  Setelah 1 km, ternyata di sana macet. Mungkin karena hari minggu, jadi banyak yang kembali ke Malaysia.

Di imigrasi Thailand kami turun dan antri. Gue melihat di kiri ada WN Malaysia, sepertinya dia diminta RM 1 namun ketika ditanya untuk apa dan sudah mau menyerahkan si petugas imigrasi malah menolaknya ( kesel mode on gitu ) dan langsung di cap lalu menyuruhnya lewat.

Konon RM 1 / 10 bath yang diselipkan di dalam paspor ini sebagai pemberian, karena barang2 di Thailang lebih murah daripada di Malaysia. Jadi sebaikanya di Imigrasi bahasa Inggris saja, kata orang imigrasinya agak galak … buat gua, cuek bebek tuh.

Setelah itu perjalanan dilanjutakan +- 1 jam menuju Hat Yai, dan suasana berubah 100%. Di Sadao sudah padat sekali, mirip dengan di Indonesia yang padat dan tidak tertib.

HatYai  ( pukhao.com )

Daerah ini sekitar 4 – 5 jam perjalanan dari stasiun feri di Butterworth. Sebenarnya di kota ini tidak ada yang istimewa. Jalan utama Pracathipat mirip dengan Jln. Malioboro Yogjakarta dan tidak terlalu panjang. Lee Garden Plaza (LGP ) sebagai Mall tertinggi dan di lantai 10 ada hotelnya.

Disini bisa menggunakan bahasa melayu, terutama di warung makan muslim. Tapi ya berhubung Melayu gua berantakan yang ada disana malah makin bingung dan saat pesan makanan langsung tunjuk menu saja.

Bagi anda yang muslim, ada tantangan sendiri di kota ini. Walaupun di jalan banyak muslim Thailandnya, tapi cukup sulit menemukan warung makan bertanda halal. Kemarin, kami menemukan 4 rumah makan dengan radius 500 mtr dari LGP. Salma, Hamid dan satu lagi lupa terletak di sekitar perempatan Prachatipat Road ( samping LGP ) dan Seangchand Road.  Sedangkan seefood halal ada di Chee Utit Road ( seberang Hatyai Hakka Assoc )

Sedangkan masjid +- 1,5 km. Sebagai alternative, bisa sholat di Hamid Restoran ( halal ) +- 100 mtr dari LGP menyediakan musholla dengan keadaan ya gitu deh. Haahha

Harga2 kaos di sini sekitar 100Bath sedangkan harga gantungan kunci 50 bath ( 1bath +- Rp. 300,- ) jangan lupa menawar. Biasanya, agar tidak salah menggunakan bahasa Inggris seadanya missal 100 dibaca “one o o “ atau mereka menunjukan kalkulator.

Penginapan di Hat Yai

Penginapan sekitar LGP cukup mahal, LGP Hotel ( minimall +- 1200 bath ), garden citi palxa ( 750 bath ).

Jika mau agak murah, bisa menjauh +- 200 m dari jalan utama. Misal Prince Hotel ( 400 bath / org, ini kl ga salah ) Thammanun withi rd. atau kami di Cholatarn Hotel ( bath 500 ) di Sang-Chan Rd, +- 500 m dair LGP.

Setelah turun dari feri kami langsung jalan menuju terminal +- 200 mtr dan mencari informasi menuju langkawi dan  HY. Karena bus sudah tidak ada kami menggunakan vaan. Pejalanan ditempuh +- 3 jam perjalanan sampai perbatasan. Ketika di Imigrasi Thailand, supir menanyakan tujuan kami. Kami tunjuk aja yang ada di buku. Hahaha

Setelah melewati perbatasan Thailand, masih +- 1 jam menuju HT. Setelah itu kami benar2 diturunkan di depan LGP. Karena sebenarnya kami tidak tahu tempat ini, ya sudah masuk saja ke dalam hotel. Ternyatanya harganya kurang pas untuk sekedar isitirahat satu malam. Akhirnya kami mencari tempat lain ( muter2 n bertanya juga ).

Pilihan jatuh padah Cholatarn Hotel ( Bath 500 untuk 2 orang ). Untungnya di hotel ada peta wisata sekitar situ dan barulah kami tahu bahwa tadi kami putar2 padahal dari LGP cuman 2 blok. Hahahahaha … Setelah check in dan isitirat sebentar, kami mencari makan malam. Pilihan jatuh pada seefood muslim yang ada di seberang hotel. Dan gua dengan nikmat memesan Tom Yam seefood n inilah tom yam sebenarnya … muantap tenar.

Lalu kami berjalan2 menuju Pracatiphat … ramai eiu,

Setelah itu kami kembali menuju ke penginapan karena memang sudah harus beristirahat. Tapiiiii….., ketika mau men-charge alat2 elektronik kami baru sadar kalau disini colokannya berbeda. Terpaksa kami jalan lagi menuju Pracatiphat untuk mencari adaptor listrik itu setelah istirahat pagi.

Senin – 061210

Hatyai @ Morning
Hatyai @ Morning

Pagi hari sesuai perjanjian kami bangun pagi dan keluar sekitar jam ½ 7 pagi. Yap, kami pagi2 keluar karena pingin segera mencari tiket bus / kereta untuk pulang ke KL hari ini. Sebenarnya pingin mencoba moda kereta antar negara. Tujuan pertama adalah makan pagi, ternyata restoran halal yang dituju belum siap eh malah ada restoran lain yang sudah ramai.

Setelah ini menuju money changer. Kami menemui money changer yg berada di seberang pintu samping LGP. Ternyata disitu juga ada travelnya, Hatyai Variety Travel Service. Jadi sekalian saja kami membeli tiket bus menuju KL jam 19 malam. Walau tidak jadi naik kereta, tapi kami tenang sudah ada kepastian pulang.

Karena tiket dan uang sudah ada, kami sekarang bingung mau ngapain … maklum kami pagi2 karena perlu uang cash yang memang kemarin di Penang nukar pas2-an untuk makan dan hotel serta mencari tiket yang sudah di tangan sedangkan toko2 souvenir masih tutup karena masih pagi. Akhirnya kami jalan2 saja menuju sebuah menara jam ….

Akhirnya sampai siang kami putar2 terus daerah itu sampai hapal blok2-nya. Setelah selesai belanja, kami kembali ke penginapan karena harus segera checkout. Di penginapan kami baru sadar sudah membuat sudah kesalahan …. ( out off record dah ).

Setelah check out, kami sempat istirahat dulu di lobby hotel dan disarankan sama si resepsionis untuk menitipkan tas di travel saja karena bus kami masih lama. Setelah itu kami menuju restoran Hamid untuk makan siang lalu menitipkan tas di travel yang beberapa meter disebelah restoran. Gua memesan nasi Pataya, yaitu nasi goreng yang dibungkus dalam telor dengan rasa biasa saja dan kelap muda untuk yang keras abis bis bis

Karena kami belum sholat, kami mencoba menuju masjid yang letaknya +- 1 km. Lumayanlah jauh. Setelah sholat kembali mencari oleh2 yang belum sempat dibeli kemudian bersantai2 di LGP karena ada bangkunya. Setelah itu menuju Hamid lagi mencari minuman. Ketika di hamid kami melihat rombongan jamaah, sepertinya mereka mau melaksanakan sholat.. Dan benar, mereka mau sholat.

Akhirnya kami berjamaah ternyata mereka juga akan naik bus yang sama dengan kami ke KL. Mereka akan melanjutkan penerbangan menuju Yogja untuk dakwah. Setelah sholat kami menuju travel lalu mengambil paspor + kartu imigrasi lalu menuju bus untuk berangkat. Di bus, kami diberi selimut dan air mineral. Juga diingatkan yang belum mengambil pasor. Kami tidak dapat naik kreta tetapi kami naik bus tingkat. J

Tadinya gua pingin duduk di atas paling depan, tetapi setelah berembuk kami duduk di baris kedua. Dan benar saja, ketika sudah berangkat hujan turun lumayan deras dan gua sempat ngeri juga … maklum di kaca atas tidak ada wiper-nya apalagi sopir…. hahahahah. **mr_bean.mode_on**

Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba di imigrasi Thailand. Sekedar info, setelah mendapat cap keluar Thailand sepertinya di belakang kantor imigrasi sepertinya ada toko. Karena gua melihat beberapa orang membawa plastik ke bus.

Jalan beberapa menit kami di imigrasi Malaysia. Kali ini semua barang bawaan harus dibawa. Dan ternyata, kantor imigrasinya sangat kecil sehingga antrian cukup lama n plus toilet yang jelek. Hahaha.

Setelah melanjutkan +- ½ jam kami istirahat untuk makan malam, disini bus berhenti +- ½ jam saja disitu juga ada minimarket 24 jam. Setelah itu bus sempat berhenti lagi, tp lupa jamnya karena gua ngantuk banget  dan akhirnya kami tiba di BJ jam ½ lima pagi.

Selasa – 071210

Sekilas Petaling Street

Tempat ini mirip banget dengan pasar baru Jakarta. Berbagai barang dijual di sini. Bagi yang pingin cepat / mudah ada toko yang fixed price tidak bisa ditawar.  Masuk dari Jln. Cheng Lock, masuk +- 10 mtr sebelah kanan. Harga barang2-nya gantungan kunci RM10 dan Kaos lupa.

Oia, karena terminal belum buka, kami diturunkan di pinggir jalan. Setelah menunggu teman kami yang juga pulang dari Langkawi, kami menuju masjid yang ada di depan pintu masuk LRT Bukit Jalil.

Full team
Full team

Setelah sholat kami isitirahat karena LRT belum jalan. Setelah LRT buka kami melanjutkan perjalanan … teman ada yg ke Bandar Tasik lalu LCCT karena harus kembali pulang sedangkan kami naik menuju KLCC untuk kembali mandi, sarapan dan mencari oleh2 cokelat. Sedangkan gua sempat ke KL Sentral dulu untuk menitipkan tas.

Setelah dari KLCC kami menuju LRT Pasar Seni jalan ke Petaling Street. Oia, di bagian depan ada toko fixed priced yang kalau memang beli tidak banyak bolehlah disini. Karena memang waktu sudah mempet kami harus segera menuju KL Sentral menuju LCCT dan kembali ke Jakarta.

Cerita selanjutnya : List Pengeluaran dan Tips Trik





2 Replies to “Nekat ke Hatyai, Thailand dan perjalanan pulang ke Jakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *