5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 1 : Opening )




Assalamualaikum

Biar ga kepanjangan, tulisan ini saya bagi jadi 3 bagian :
1) 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 1 : Opening )
2) 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 2 : Stasiun Bogor – Masjid Agung – Taman Kopi – Toge Goreng dan sekitarnya. )
3) 5 ½ jam di kota Bogor ( Bag. 3 : Surya Kencana – Venus – Masjid Raya – Taman Kencana – Pangrango )

Akhirnya …. setelah satu minggu lebih tulisan ini kelar juga  😛

Sabtu, 13 Juni 2009

Sedikit kembali ke cerita sebelumnya, Maming kali ini akhirnya gua di rumah. Awalnya sih rencana ke Bogor tetap sesuai dengan rencana sebelumnya, ke Bogor sekedar mencari barang kemudian balik. Tapi setelah dipikir2, gua nyari barang paling hanya ½ – 1 jam, sedangkan PP ke Bogor bisa 2 – 3 jam. Jadi gua rugi tenaga dan waktu untuk di jalan kan.

Akhirnya gua putar2 otak …. gimana kalau sedikit wisata ke kota hujan Bogor. Huahaha …. Lumayanlah untuk mendekatkan diri dengan si Kota yg jaraknya kurang 50 km dari Depok. Maka langkah sigap langsung diambil, sms teman gua Mbak E’di Bogor tentang wisata kuliner …




Setelah dibalas, dapatlah beberapa tempat : toge goreng ( Bogor Permai ), martabak keju ( air mancur ), soto buntut ( air mancur ) dan macaroni panggang ( tmn kencana ). Gua juga tanya jalur transportasi dari Stasiun Bogor dan dari Terminal Baranangsiang. Sengaja minta dua jalur biar gua ga terlalu terikat dengan tujuan tertentu.

Gue juga sempat online menggunakan K810i gua untuk mencari info2 kuliner di Kota Bogor. Kemudian kepikiran juga tentang Si Masjid Agung yg dulu pas ke Curug Nangka, ga kesampaian. Sambil pikir2, kepikiran Bogor Trade Mall ( BTM ) yg pas gua nanya gua salah tulis jadi Bogor Trade Center ( BTC ). Nah karena salah , pastilah dia ga tau dan ga bisa ngasih jalur angkot kan. Hihihi

Dan dengan gaya ngeles gua “ Ah ga gaul nih. Hehehe, yagh ga ketemulah wong gua salah tulis yg bener tuh Bogor Trade Mall”. Huahahah. Kemudian dibalaslah … dengan jalur sebenarnya. Kemudian kepikiran juga si roti unyil Venus dan Masjid Raya Bogor.

Gile dah …. dalam hitungan 2 jam banyak banget list-nya, gua sendiri bingung gimana mengunjunginya. Ada yg di Selatan, Barat, Utara dan Timur …. mana gua sama sekali ga tau bogor kecuali Padjajaran – Tajur.

Dan sangking malamnya … sms gua ga dibalas, karena teman gua sudah tidur duluan. Sekitar per-gantian hari, gua akhirnya menentukan jalur yg akan gua lewati : Stasiun – masjid Agung –Toge ( bgr permai ) – Tmn Kencana – Pangrango Plaza ( PP ) – Botani Square ( BoKer ) – BTM – Toge Gg Besi ( Surya Kencana ) – Venus Sukasari – Masjid Raya-Terminal Baranang Siang ( Balik ). Semua itenerary gua sms, skalian nanya jalur2 angkot yg td belum dijawab.

Minggu, 14 Juni 09

Tiba2 aja gua pusing …. memikirkan jalur2 angkotnya. Oia, karena gua mau ke Masjid Agung maka gua putusin brangkat naik kreta. Dan pagi2 itu gua mencari jadwal kereta, sebenarnya gua uda punya jadwal ekonomi AC. Tapi gua masih tertantang dengan ekonomi. Tapi apa mau dikata, setelah melihat jadwal kalau naik ekonomi gua bakal kepagian atau kesiangan. Akhirnya diputuskan jam 11 di stasiun Depok Baru naik ekonomi AC.

Setelah membuat contekan, ahirnya gua tidur juga sekitar 2 / ½ 3 pagi setelah gua sms-an sama teman gua. Dan parahnya … tu sms ga nyambung geto ….

Pagi gua bangun jam 5-an menjalankan perintah sholat subuh sebagai seorang muslim kemudian tepar lagi di tempat tidur.

Pas bangun jam 9 kurang, gua sudah mendapat balasan dari teman gua. Disitu di kasih tau semua jalur angkot yg bisa gua gunakan. Terus tentang Venus yg sudah pindah dan kalau mau ke Surya Kencana jangan kesorean ( atau kesiangan yagh … smsna sudah diapus ) . Dan teman gua juga bisa nemenin ke toge goreng air mancur saja.

Nah loh …. kl melihat itinerary yg sudah dibuat, gua baru bisa ke situ ( Surya Kencana ) sekitar jam 15 …. akhirnya rencana diganti lagi. Dari Toge air mancur langsung ke BTM trus Surya Kencana … Akhirnya gua sepakat sama teman gua ketemuan di Masjid Agung setelah sholat Zuhur.

Setelah melakukan persiapan2, gua brangkat juga sekitar jam 10 ke stasiun Depok Baru. Oia, stasiun Depok Baru itu terletak di belakang ITC Depok dan terminal Depok. Sedangkan stasiun Depok ( ga pk baru ) terletak di Depok Satu. Diperjalanan sempat macet, mana sudah hampir ½ 11, gua udah panic aja kalau sampai ketinggalan. Karena kreta selanjutnya jam 12.00.

Alhamdulillah, jam 11 kurang sudah sampai. Pas beli tiket, gua juga nanya kreta AC jam berapa sebentar lagi mas. Alhamdulillah. Disini dodolnya gua, gua masuk dari deket peron 1, sedangkan kreta arah Bogor di peron 3. Karena di stasiun lain kita bisa turun nyebrang rel kan, disini kita kudu lewat terowongan bawah rel.

Karena ga tau … bertanyanya pada sang security : “Pa’, kreta Bogor lwat mana ” “ oh lewat bawah sini ” ( sambil menunjuk terowongan bawah rel ). Di anak tangga situ, ada seniman jalan sekitar 4-5 orang ( gua ga liat pasti karena pingin cepat2 takut ketinggalan kreta ).

Selamat sampai di peron 3 cari tempat duduk deh …. sekitar jam 11.04 gua masuk ke kreta, padahal jadwalnya jam 11.06. Karena kosong, gua bisa bersandar di pintu dong, sekalian menikmati pemandangan hijau …. yap jalur Depok Baru (DPB ) – Bogor ( Boo ) dipenuhi kebun2 gitu karena belum banyak tersentuh pembangunan walaupun infrastruktur transportasi dan listrik sudah ada.

Semuanya terkontrol, kecuali ketika di stasiun Cilebut ( kl ga salah ). Seorang ibu di pintu lain bagian depan gerbong, membantu anak co-nya yg masih kecil untuk buang air. Ngerti kan …. namun apa mau dikata, pintu keburu ditutup kemudian si anak melanjutkan aksinya di pojok pintu ….. hiiiii. Yang bikin kesel, air itu mengalir mengikuti grafitasi kan.

Itu juga yg terjadi pada si najis anak itu, karena kreta berjalan ke arah depan …. si ibu juga di depan, maka si najis mengalir dengan bebas ke arah blakang gerbong tempat gua berdiri. Gua sama sekali tidak menyukai pemandangan ini, akhirnya gua mencari posisi lain ke arah blakang gerbong yg tidak ada pemandangan grafitasi itu.

Di gerbong lain ( karena ga ada pembatas antar gerbong ) , gua melihat 2 orang bule dan 1 pale ( maksudnya turis co dan ce cui ) dan seorang prajurit. Gua sempat berpikir, mungkin si prajurit bersama si turis ini ….