Teman gue “disidang”




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Akhirnya teman gua berhasil juga duduk di kursi hangat sidang skripsi. Sebenarnya ga hangat-hangat amat, karena suasana di Tempat kejadin perkara cukup dingin. Mahklum saja disidangnya jam 9 malam. Hohoho …

Jadi hari senin gua da nanya kapan jadwal sidang, dikasih tau teman gua hari Rabu jam 5. Jam 5 … gua aja keluar kantor jam 6. Cari-cari akal …. akhirnya ketemu juga. Biasanya gua balik kantor abis magrib, skitar jam ½ 7. Tapi karena mau ngeliat sidang teman, jadilah tepat jam 6 langsung melarikan diri.tax20man.jpg

Sebenarnya naik Transjakarta cukup lancer, tapi tetap aja di daerah Patra -> Kuningan Timur macet karena para pengendara kendaraan pribadi yang seenaknya menyerobot jalur busway.

Sesampainya di Kuningan Gatoto Subroto, gua menunggu bis arah Grogol. Tiba-tiba ada satu orang menyapa gua dengan sok kenal. Gua bilang aja bukan. Dan dia nanya nama gua, gua boong aja.




Abis tu dia nanya gua rutin lewat sini ga dan dia cerita kalau kemarin ce bos nya digebukin …” apa urusan gua “ (dalam hati she … ), eh tiba-tiba ada temannya datang dan langsung ngomong “ dia pelakunya “ … orang pertama bilang bukan.

Nah orang kedua langsung ke belakang gua …. untung gua langsung repek pasti ada yang salah. Kalau mang mau baik2 pasti ga akan nuduh dan berjalan kebelakang kan ….

Daripada terjadi apa2 sama gua, apalagi mang kemarin gua kurang fit. Gua agak menjauh aja … untung bisnya datang … cabut dah.

Saran ajah … hati2 dengan orang yang tidak dikenal. Apalagi kalau > 1 orang dan seperti mau mengambil posisi “mengunci” / “mengelilingi” kamu dan siap “menghabisi’ …. ngerti kan …

Singkan cerita, skitar jam 7 kurang nyampe di Slipi. Kemudian sholat di masjid Failaka, jalan dulu skitar 300 meter. Abis tu langsung ke kampus. Dem … daerah kampus macet, gua baru ingat jam 7-an jam keluar anak kampus. Akhirnya gua turun aja dari angkot, dan melewati jalan gang2. Skalian nostalgia ketika dahulu kost di daerah itu …. ( air mata ditahan ).

Tiba di kampus Syahdan, gua berpikir dulu … ruangannya yg mana… ruang sidang di lantai dasar tempat gua Cs disidang 1 thn 1 minggu yang lalu sepih … ga mungkin cepat pulang.

Ingat2 … L2D…. Tapi gua juga berpikir dulu, ini ruangannya dimana …. wakaka …. baru ½ tahun cabut dah lupa. Rupanya tinggal naik tangga 3 to ‘.

Sampai diatas, kirain sudah disidang. Rupanya belum … ah ga sia2 gua cabut dari kantor… Saat itu ada 4 orang yg menjadi “tersangka” … dan teman gua mendapat giliran ke empat, masuk skitar jam 9 kurang.untung pengujinya sudah kenal jadi enak. Eh dasar teman gua tu suka banyol jadi di dalam sempat ngelawak ….

Seharusnya dosen bertanya … “tersangka” menjawab . Yang terjadi malah dosen bertanya kemudian memberikan klue seperti huruf pertama … baru dijawab teman gua. Jadi kayak tebak kata …. wakakaka …

Oia, para penontonnya anak2 Majelis Ta’lim semua …

Ketika sidang sudah mau ditutup, eh Pak Hari memberikan pertanyaan OOT tambahan …. “ Apakah kamu tahu terjemahan ayat Al-Mukminun ayat 1-9”… tidak ada yang bisa mnejawab …

Jadilah dijawab Pak Hari sendiri : “Yang pada intinya adalah orang2 yang mewarisi surge Firdaus dan kekal didalamnya. Yaitu : khusyu dalam sholat, menjauhkan dari perbuatan ta’ berguna, orang2 yang membayar pajak, menjaga kemaluan kecuali kepada sitri( tidak zina , homo), memelihara amanat yg dipikul, menjaga sembahyangnya ”.


Pak … terima kasih sudah mengingatkan kami ….

AKhirnya setelah dihitung , teman gua mmendapatkan B.. Alhamdulillah.
Setelah itu kami makan nasi betawi, maklum lum makan malam. Trus gua balik sama teman gua Enggal sampai Margonda kemudian melanjutkan naik 04. Sampai di rumah skitar jam 00.10. Alhamdulillah … sholat trus tidur ….

Wassalamualaikum Waramatullahi Wabarakatuh




One Reply to “Teman gue “disidang””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *