Bangkit itu




Bangkit itukebangkitan-nasional.jpg

Susah melihat orang susah, senang melihat orang senang
Ttakut korupsi, saya takut makan yg bukan hak saya
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Marah. Marah jika harga diri bangsa di injak2
Malu menjadi benalu, malu karena minta melulu
Tidak ada. Tidak ada kata menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin
Bangkit itu aku. aku untuk IndonesiaKu

Teman-teman, masih ingatkah kamu dengan kebangkitan Nasional. Dah puisi diatas, adalah iklan Dedi Mizwar di media eletronik. Wah … itu berita basi wan, sudah satu bulan kale.

Yah, benar 20 Mei 2008 sudah 1 bulan lewat. Apalagi 20 Mei 1908, sudah 1 abad yang lalu. Tapi apakah karena tanggal, kita juga lupa dengan daerah tanah kelahiran kita. Indonesia.

Karena pada tanggal 20-an kamu bisa melihat puisi itu di TV, sekarang sudah tidak ada kan. Karena itulah, aku baru menulisnya sekarang. Saling mengingatkanlah.




Wan, sudah tidak jamannya lagi membanggakan sebuah perjuangan yang sudah berumur seabad. Jadul banget Wan. Sekarang sudah jamannya teknologi, perjuangan semakin berat.

Ups jangan salah, bukankah sebuah negara yang besar adalah negara yang menghargai sejarahnya. Dan apakah dengan sejarah kita tidak bisa hidup. Salah besar, hargalah sejarah setinggi-tingginya, maka kamu juga akan menyadari bahwa dahulu perjuangan yang dilakukan para pejuang juga seberat perjuangan yang kita lakukan saat ini.

Bukankah negara lain juga besar karena mereka membesarkan budaya dan sejarah mereka. Jadi, kalau kita bisa membesarkan budaya dan sejarah kita, aku yakin pada suatu saat nanti negara lain akan hormat pada kita.

Kalau kita mau, kita pasti bisa

20 Mei sudah berlalu …. semangatku tetap membara

Sumber foto : blog orang




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *