Paku




Kalau kamu mau pergi, jangan banting pintunya terlalu keras.. Karena mungkin besok, kamu akan mengetuknya lagi..

 

Dalam hidup kita diberikan banyak pintu kesempatan. Tapi terkadang kita menatap lama pada satu pintu yang sudah tertutup, berharap suatu saat pintu itu akan terbuka kembali..

 

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku dipagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

 

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

 

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.




 

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: "anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar.

 

"Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

 

"Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya pasti akan berbekas. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik."

 

Sahabat adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

 

Tunjukkanlah kepada sahabatmu betapa kau menyayangi mereka. Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimkannya kepadamu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti kau mempunyai lingkaran teman.

 

Untuk mengakhiri: 'Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia'. (Alessandro Manzoni)

 

Beberapa baris untuk direnungkan... Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi.

 

Jika kau terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir: 'saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang', lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya.

 

Entah kau percaya tahyul atau tidak... Sisihkanlah beberapa menit untuk membaca ini. Ada beberapa pesan yang baik untuk jiwa kita.

Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana. Yakinlah pada dirimu ketika berkata: "Aku mencintaimu". dan jika kau berkata: "Aku menyesal", tataplah mata lawan bicaramu.

Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin mereka bisa tersinggung, tetapi itulah satu - satunya cara untuk menjalani hidupmu.

 

Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis. Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir.

 

Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya: "mengapa kamu ingin tahu?"

 

Ingatlah bahwa kasih yang terindah dan sukses yang terbesar mengandung banyak resiko.

 

[ Sumber : tidak jelas 😳 ]




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *