Konser Gitaris Muda berbakat III, Flamenco La Guitara




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Beberapa minggu yang lalu gua Sophia ngajak nonton konser musik teman gue Yoga di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda di Kedudataan Besar , Jakarta. Sebenarnya dari dulu, gua kalau diajak datang ke acara seperti ini, gua paling malas.

Malas karena gua sendiri kurang tertarik dengan yang namanya musik. Mana setelah gua tau, teman gua ini konser musik klasik. Demmmmm … aliran paan nih ?

Namun tawaran ini gua terima juga. Akhirnya Jumat minggu lalu acara konser tersebut diadakan sekitar jam 7.30 malam. Tiketnya sih tidak mahal, Rp. 30.000,-. Sebenarnya sih gue pingin bareng dengan Sophia masuk bareng, takut-takut gua terdiam di dalam ruangan karena ketidak pahaman gua akan aliran ini. Eh rupanya, gua yang nyampe duluan. Secara kantor-kedudataan Belanda sama2 di Kuningan.

YogaJadi setelah membeli tiket dan masuk ke ruangan konser, sejenak gue terdiam. Moga-moga gua betah ….




Setelah mencari tempat duduk strategis dan memperhatikan keadaan sekitar. Gua mulai mati rasa …. ngapain gua kesini ?

Akhirnya gua baca boklet yang tadi diberikan saat membeli tiket. Rupanya yang mengadakan acara ini Forum Gitaris Klasik Indonesia(FGKI). Setelah gua baca, rupanya nama konser ini : “Konser Gitaris Muda berbakat III, Flamenco La Guitara.”

Kirain gua si Yoga ini yang paling muda, rupanya …. dia kalah. Ada yang baru berumur 14, John Vincent. Di brosur tersebut, ditulis beberapa prestasi John di tingkat Nasional. Gilaa, salut ….

Setelah dibuka oleh MC yang membetekan, kemudian sambutan oleh ketua FGKI Beny M. Tanto. Acara dimulai. Sayank, penampilan pertama yang dibuka oleh Vincent tidak berhasil menarik perhatian gua dan sebagian besar penonton. Begitu juga penampilan kedua.

Penampilan ketiga diisi oleh teman gua Yoga. Untungnya, penampilan dia cukup menarik perhatian gua. Tiba2 di tengah penampilannya. Kok sepertinya ada bunyi yang tidak berhubungan. Rupanya si Yoga sempat salah 😳 , dan gua juga baru yakin dia salah setelah ada beberapa penonton yg tertawa. 😆

Setelah istirahat 15 menit, acara dilanjutkan sesi kedua. Pada sesi kedua , dibuka oleh Yoga ditemani seorang dancer. Pada sesi kedua ini, Yoga tampil dua kali. Yang pertama ditemani seorang dancer, sedangkan yang kedua ditemani dua orang dancer. Saluttt …. pada acara ini, Yoga satu-satunya gitaris yang ditemani dancer. Dan penampilannya sangat mengesankan, ini dapat terlihat dari aplaus yang diberikan kepada Yoga setiap dia selesai perform.

Sebenarnya, gua juga pingin cerita tentang semangat dia. Gua pertama kali kenal dia di tahun 2001, kelas 3 SMA di negeri tetangga. Pada saat itu, gua sebenarnya sedih dengan keadaan dia. Kurang kontrol. Namun satu yang tidak berubah, dari pertama gua kenal dia. Dia sangat senang dengan musik. Dan akhirnya kini dia sukses dengan pilihannya tersebut. Dia berhasil membuktikan dengan tekat yang kuat dan pantang mundur, cita-citanya InsyaAllah tercapai.

Walaupun dalam gua tetap bingung … kuliah mahal-mahal untuk menjadi pemusik.
Bravo :mrgreen:

Wassalamualaikum Waramatullahi Wabarakatuh




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *