Buka puasa di Yayasan As Surur 1




Perbincangan pertama :

Pengurus1: Mana Bapak ?? ….

Anak1: Bapak sudah lari, nikah lagi. Tapi aku ada bapak baru yang baik.

Pengurus1: Dia bukan bapak kamu, tapi orang yang prihatin dengan kamu

Anak1: ( Tetap tersenyum …. tanpa ada perasaan bersedih …)




Pengurus1 : ( cerita ke kami ) Ayahnya sudah nikah lagi. Sedangkan ibunya [ gue lupa ]. Waktu itu kami menemukan dia karena tidur pindah2 dari satu pos kamling ke pos lainnya. Trus kami tanya ke warga mana keluarganya … tidak jelas. Akhirnya kami minta izin warga untuk diurus di sini ( yayasan ).

Perbincangan kedua :

Pengurus1 : Mana bapak ?

Anak2 : Bapak sudah meninggal ( tanpa ada respon sedih )

Pengurus1 : ( Cerita ke kami ) Bapaknya sudah meninggal, karena bom kuningan

Saya : Hmm, bom kedutaan Australia. Wah, jadi ngeri saya kerja di Kuningan.

Pengurus1 : Bapak dimakamkan dimana ??

Anak2 : Tidak tahu

Pengurus1 : ( Cerita ke kami ) Bapaknya dimakamkan secara massal karena tidak jelas jasadnya yang mana.

Pengurus1 : Mungkin ibu tau dimana makam ibu ?

Anak2 : ( tidak menjawab … )

Percakapan 3

Saya : Dimana bapak tinggal ??

Anak3 : Bapak tinggal di Parung

Saya : ( diam )

Anak3 : Kadang kalau kangen, pulang ke sana

Saya : Naik apa ?

Anak3 : Angkot

Saya : ( anak sekecil itu berani pulang sendiri )

Percakapan diatas, hanya sepenggal cerita yang diucapkan oleh hati anak2 kecil yang berada di Yayasan As Surur.

Yayasan As Surur, merupakan Yayasan tempat saya dan teman2 Forum Silaturrahim MT 2003 untuk berbuka puasa. Yayasan ini tidak terlalu jauh dari kampus.

Aku ga sempat menanyakan profil anak2 yatim piatu disini. Tapi dari pengamatan mata, rata2 mereka masih SD dan SMP.

Dan 3 percakapan diatas, diutarakan oleh anak2 yang menurut aku masih SD sekitar kelas 4 SD.

Sebuah keadaan yang membuatku terharu, mereka kehilangan orang2 yang mereka sayangi, tetapi mereka masih kuat dan tabah mengahadapinya. Apakah karena mereka masih dibawah umur ??

Menurutku tidak, karena mereka semua mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi.

Terharu saya.

Terkadang kita begitu sedih ketika kehilangan sesuatu yang kita cintai. Barang, anggota keluarga ataupun kekasih kita . . . . .

Bagaimana jika perasaan kamu dibandingkan dengan mereka, anak-anak yang masih kecil. Yang masih dalam masa pertumbuhan dan memerlukan bimbingan dari orang-orang tersayang di sekitar mereka. Terutama orang tua.

Apakah kamu pernah berpikir “Allah tidak adil “, “Allah memberi cobaan yang berlebih “.

Teman, jika kamu pernah melakukan kedua hal diatas. Beristigfarlah segera, dan mohon ampun kepada yang Maha Pengampun. …. ” Ya Allah, maafkanlah kekhilafan hambamu ini

Dan bersyukurlah, karena masih ada kesempatan untuk memohon ampun. “Alhamdulillah …

Dan jika kamu belum pernah. Tetaplah bersyukur ke Allah, bahwa kamu tidak pernah melakukannya . “Allahdullillah. Ya Allah

Teman … Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Bersyukur dan bertobatlah …. Karena Allah masih memberikan kamu suatu nikmat yang sangat berharga




3 Replies to “Buka puasa di Yayasan As Surur 1”

  1. Wah, iyah tuch Wan kita bersyukur banget msh punya Ortu dan rmh sendiri (walaupun milik orang tua).
    Semoga ALLAH SWT tetap memberikan kita nikmat2nya.. dimana nikmat tersebut selalu kita bs mensyukuri.

    Best Regards,

    Your friend

  2. yayasan as surur mana nee…….. apa ada hub nya dgn surruriyah, setahu ane yayasan yang berbau sururi sekalipun ga bakal kasih nama seperti itu?

  3. @Abdullah

    Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maap kesalahan ada di pihak saya, sebenarnya angka “1” pada bagian Judul itu menandakan posting “Buka puasa di Yayasan As Surur bagian 1 (pertama)” bukan nama Pesantrennya, karena dahulu niatnya ada dua bagian cerita. Tapi tidak tercapai.

    Sedangkan jika ada hubungan dengan Surruriyah, saya tidak tahu. :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *